Media Komunikasi Informasi dan Dakwah --- Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Minggir -- Fastabiqul Khairat .

Label

Minggu, 25 Januari 2009

MELACAK JEJAK YAHUDI SAMPAI DIBALIK BATU (Bagian Pertama)


Dua hari menjelang pergantian tahun 1429 menuju tahun baru 1430 Hijriah, Dunia dikejutkan dengan peristiwa pahit yang sangat memilukan umat Islam. Berbeda dengan tahun baru 2009 Miladiyah yang dirayakan di berbagai tempat dengan pesta kembang api, tahun baru Islam 1430 H kali ini diwarnai dengan hujan api dari tembakan-tembakan roket Israel ke Palestina. Api kehancuran yang dijatuhkan oleh Israel telah meluluh lantakkan kota Gaza di Palestina, tapi berapapun banyaknya bom yang dijatuhkan justra akan semakin menggelorakan semangat jihad saudara-saudara kita pejuang Muslim untuk mengalahkan bangsa Yahudi . Hingga tulisan ini disusun, sejak 27 Desember 2008 sampai Israel menarik mundur pasukannya pada 21 Januari 2009, agresi Israel telah menebar kerusakan yang tak terhingga di bumi Palestina. Demi suatu ambisi gila dalam rangka mewujudkan cita-cita Israel Raya menjadi bangsa paling kuat di Bumi mereka telah menewaskan 1400 nyawa warga Palestina, 5300 orang terluka, 4000 bangunan dihancurkan di Gaza, 20 ribu bangunan rusak berat, sementara itu 50 ribu orang kehilangan tempat tinggal dan 400 ribu diantaranya hidup tanpa air bersih. ( Data Republika 22 Januari 2009).

Bangsa Yahudi Israel merasa dirinya sebagai bangsa pilihan tuhan, yakni bangsa yang dipilih oleh Tuhan untuk menjadi tuan dari segala bangsa di dunia ini. Suatu faham yang lebih lebih ekstrim dalam kalangan umat Yahudi bahkan ada yang menganggap bangsa selain bangsa Israel adalah bukan manusia, sehingga siapapun di bumi ini harus tunduk takhluk di bawah kaki mereka. Maka cara menguasai dunia dengan menebar kerusakan dan menumpahkan darah adalah hal biasa bagi mereka

Cita-cita bangsa Israel hanya akan terwujud jika mereka berhasil mewujudkan kerajaan Israel Raya, kerajaan yang hendak mereka manifestasikan sebagai kerajaan Tuhan di bumi ini, Dan untuk itu mereka telah memilih Yerusalem yang berada di Palestina sebagai tempat dimana Kerajaan Tuhan yang mereka idam-idamkan itu akan berpusat di sana.. Yerusalem dipilih karena adanya ikatan sejarah dan ideologis yang sangat kuat pada bangsa Yahudi / Bani Israel dengan tempat itu.

Jika ditinjau dari sejarahnya, memang Yerusalem adalah tempat dimana nenek moyang mereka pernah memiliki kerajaan yang sangat besar dan kuat di masa Daud dan Sulaiman. Suatu zaman sebelum mereka terpecah belah dan kemudian terdiaspora, tercerai berai terbuang keberbagai penjuru dunia tak lagi memiliki tanah air akibat kesalahan dan dusta-dusta serta penyelewengan yang mereka lakukan sendiri terhadap ajaran Tuhan yang benar. Semula memang mereka adalah bangsa yang dipilih oleh Tuhan untuk mentegakkan kalimahNya di bumi ini. Namun penyelewengan dan pelanggaran-pelanggaran yang mereka lakukan, yakni terhadap ajaran para nabi Allah dari kakek moyang mereka Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya’kub, Yusuf hingga Musa dan Harun , juga terhadap ajaran yang mereka terima dari Daud, Sulaiman serta nabi-nabi lainnya termasuk Nabi Isa AS dan Muhammad SAW telah membuat murka Tuhan. Tuhan menghukumnya dengan hilangnya tanah air dan kerajaan besar yang pernah mereka miliki.. Penyelewengan mereka terhadap ajaran Tuhan telah menghasilkan suatu bentuk sistem keyakinan yang jauh dari ajaran Allah yang sebenarnya, yang kemudian kita kenal sebagai agama Yahudi (Judaisme) . Kelahiran agama baru Kristen yang juga tak lepas dari peranan orang Yahudi.

Sejarah Bangsa Israel, yang dalam Al Qur’an di sebut Bani Israil ( Anak-anak keturunan Israil) telah berlangsung sangat panjang. Uraian di bawah ini, meskipun hanya selintas perlu kita ketahui bagaimana asal muasal dan sejarah mereka dan mengapa mereka ingin kembali menduduki bumi Palestina yang sudah bukan lagi menjadi tanah airnya. Mengenal siapakah mereka yang begitu memusuhi ummat Islam perlu bagi ummat Islam, khususnya para pemuda aktivis pergerakan Islam. Mengenal siapakah musuh anda adalah salah satu strategi perang terbaik, demikian seperti dikatakan oleh Von Clausewitz sang ahli perang termashur.

Bani Israil adalah sebutan untuk putra-putra keturunan Israil. Israil adalah nama atau gelar dari Nabi Ya’kub, putra Nabi Ishaq, cucu Nabi Ibrahim yang diduga berasal dari wilayah Chaldea Babilonia. Nabi Ya’kub memiliki 12 orang putra yang kelak menjadi 12 suku bangsa Israil. Masa kehidupan mereka berlangsung di sekitar tahun 2000 SM, pada masa kerajaan-kerajaan kuno seperti Babilonia, dan Mesir masih eksis Salah satu putra Ya’kub, yakni Yusuf terbuang ke negeri Mesir akibat kedengkian saudara-saudaranya karena mereka melihat Yusuf memilki kecenderungan melanjutkan risalah kenabian sebagaimana ayah dan kakeknya. Sedangkan saudara-saudaranya yang lain mulai menampakkan kecenderungan menjauh dari ajaran orang tuanya. Namun justru di Mesir itulah Yusuf berhasil mencapai kesuksesan dakwahnya meskipun harus melalui berbagai cobaan yang sangat berat. Firaun yang berkuasa di Kerajaan Mesir saat itu akhirnya menjadikan Yusuf sebagai orang yang sangat berperan di kerajaan dan memberi otoritas penuh pada Yusuf untuk berbuat yang terbaik bagi kerajaan. Pada masa Yusuf berkuasa, Kerajaan Mesir dapat dientaskan dari krisis pangan yang mengglobal waktu itu. Kesusksesan ini mengantarkan Yusuf untuk bertemu dan bersatu kembali dengan orang tua dan saudara-saudaranya. Selanjutnya mereka diijinkan berpindah tinggal di mesir dan menjadi warga yang dihormati disana hingga beranak pinak dan jumlah mereka menjadi bertambah banyak.

Beberapa masa berlalu, kehidupan Bani Israil di Mesir sangatlah terjamin hingga datanglah masa dimana orang-orang pribumi Mesir merasa cemburu dengan keberadaan dan peranan Bani Israil di Mesir. Tekanan terhadap mereka mulai muncul dan semakin kuat dirasakan setelah munculnya fir’aun baru yang sudah lupa dengan jasa-jasa Nabi Yusuf. Penindasan mulai dilakukan terang-terangan, bahkan muncul kebijakan yang mengarah pada cleaning etnis, fir’aun membatasi angka kelahiran bani Israil dengan membunuh setiap bayi laki-laki yang lahir.

Penderitaan mereka berlangsung cukup lama hingga hadirnya Nabi Musa ( kira-kira 1350-1250 SM) dan Nabi Harun yang berhasil membebaskan mereka keluar dari cengkeraman fir’aun. Dengan perjuangan yang berat mereka akhirnya berhasil keluar dari negeri Mesir. Selamatnya bani Israil menyeberangi Laut Merah dan tenggelamnya Fir’aun serta bala tentaranya di laut menandai dimulainya babak baru perjalanan sejarah mereka. Musa membawa bangsa Israil menuju kesuatu tempat yang telah dijanjikan Tuhan pada mereka, yakni ke wilayah Kan’an (Palestina) tempat dimana kakek mereka Ibrahim pernah hijrah dan menetap di sana. Ketika itu kan’an dikuasai kerajaan lain, sehingga dibutuhkan tekad yang kuat dan mental yang tangguh untuk memilikinya. Selama perjalanan panjang menuju tanah yang dijanjikan itu banyak cobaan yang harus dilalui. Jika dikaji apa yang mereka lakukan selama perjalanan ini akan kita temui beberapa tabiat-tabiat negatif khas bani Israil yang sering merepotkan para nabi-nabi mereka. Penyelewengan ajaran tuhan mulai sering dilakukan ( contoh Peristiwa Samiri dan penyembahan anak lembu, pelanggaran hari sabtu dll), juga ketidak sabaran dan ketaksetiaan mereka untuk berjuang merebut tanah air menjadikan saat untuk memasuki negeri yang dijanjikan itu terasa lama, dan mereka hanya berputar-putar saja disekitar negeri impian itu..

Musa dan Harun tidak sampai membawa mereka masuk ke kan’an, namun batas-batas negeri yang dijanjikan telah dilihat oleh Musa. Pemimpin-pemimpin sepeninggal Musa dan Harun juga belum berhasil membawa mereka masuk ke negeri yang dijanjikan itu. Barulah setelah mereka mengangkat Thalut (Saul) sebagai raja mereka yang pertama, mereka berhasil dipimpin memasuki Kan’an. Raja Filistin yang berkuasa saat itu yakni Jalut (Goliath ) berhasil dikalahkan oleh Daud. Kerajaan baru bani Israil kemudian dibina di bawah kepemimpinan Thalut. Selanjutnya mereka mencapai puncak kejayaannya yang luar biasa saat Daud dan putranya Sulaiman naik tahta melanjutkan kepemimpinan dan mengajarkan risalah kenabian. Kerajaan Daud - Sulaiman adalah super power muslim yang sangat berkuasa dimasa lampau. Berbagai bangsa dan kerajaan segan dan takhluk di bawah pemerintahan mereka. Masa Sulaiman mencatat kemajuan peradaban yang luar biasa. Dimasa itulah dibangun tempat pusat ibadah yang terkenal sebagai Haikal Sulaiman atau temple of Solomon atau juga Baitul Maqdis di Yerusalem Palestina..


TERUSIR DARI NEGERI SENDIRI
Kerajaan bani Israil yang gilang gemilang dan mencapai masa keemasan di zaman Daud dan Sulaiman berlangsung beberapa lama sebelum akhirnya terpecah. Sepeninggal Sulaiman, kerajaan menjadi lemah dan akhirnya pecah menjadi dua kerajaan. Disebelah utara berdiri kerajaan Yudea ( didukung 2 suku ) dan di sebelah selatan menjadi Kerajaan Israilliya ( 10 suku ). Meskipun lebih kecil wilayahnya, tetapi Yudea menguasai wilayah dimana baitul Maqdis yang dibangun Sulaiman berada di sana. Pada tahun 721SM ketika kerajaan Assiria berperang melawan Mesir, Assiria melalui Palestina. Kerajaan Israilliya yang berpihak pada Mesir jatuh setelah orang-orang Assiria menangkapi dan menawan serta membawa pergi penduduknya ke negeri mereka. Sementara itu kerajaan Yudea lebih panjang usianya sebelum akhirnya pada abad VI SM di tahun 586 SM Nebukadnezar dari Babilonia menyerbu dan membakar serta ,menghancurkan Temple of Sulaiman. Penduduk Yudea juga di tawan dan diangkut ke Babilonia.

Pada tahun 539 SM kerajaan Persia mengalahkan kerajaan Babilonia. Raja Cyrus dari Persia mengijinkan orang-orang Israil kembali dan membangun kembali rumah sucinya di Yerusalem. Dipimpin oleh Zerubabil tempat ibadah yang dibangun Sulaiman didirikan kembali meskipun tak lagi seindah aslinya dahulu. Riwayat bangsa Israil rupa-rupanya harus jatuh dalam kekuasaan berbagai bangsa. Terjajah dari satu kerajaan beralih ke kerajaan lain. Sementara itu penyelewenngan mereka terhadap ajaran tuhan semakin lama semakin jauh, tak lagi mereka mengenal Allah sebagaimana di ajarkan oleh nabi nabi kakaek moyangnya. Banyak nabi yang mereka khianati bahkan dibunuh. Allah yang semula menjadi Tuhan mereka telah berganti menjadi Yehova, ( YHWH atau Yahweh). Yahweh sebenarnya adalah nama berhala dewa dari bukit Sinai, yang akhirnya begitu dikeramatkan dan menjadi tuhan yang dominan bagi orang Israil. Ajaran para nabi-nabi telah dicampur adukkan dengan berbagai pemikiran dan filsafat yang akhirnya menjadi sebuah sistem kepercayaan yang dikenal dengan Judaisme atau Agama Yahudi. Nama yang dinisbatkan dari salah satu suku terbesar dalam bangsa Israil yakni suku keturunan Yahuda salah satu putra nabi Ya’kub. Sebenarnya penyelewengan –penyelewengnan itulah yang menyebabkan tuhan murka dan menghukum mereka terjajah dari satu penguasa ke penguasa lainnya.

Setelah Persia dikuasai Alexander dari Macedonia, kekuasaan terhadap orang-orang Yahudi berpindah ke tangan penguasa Macedonia, lalu beralih dalam kekuasaan Mesir, berganti kemudian dikuasai Dinasti Seleucid, kekuasaan Yunani, dan akhirnya di jajah Romawi. Pada tahun 70 SM karena memberontak pada Romawi, Yerusalem dibakar habis oleh kaisar Titus, kuil sulaiman kembali dihancurkan, hingga tamatlah sudah riwayat negeri orang Yahudi. Tetapi pada tahun 20 SM untuk mengambil hati orang Yahudi, Raja Romawi Herodes memerintahkan membangun kembali/ memperbesar bait yang dibangun oleh Zerubabil. Selanjutnya di tahun 135 M karena memberontak lagi, Penguasa Roma Hadrian mengusir orang-orang Yahudi kedalam pembuangan ( Diaspora), Yerusalem kembali dibakar habis, sejak itu Yerusalem tinggal reruntuhannya saja. Salah satu sisi dari reruntuhan dinding kuil Sulaiman masih tersisa dan kini dinamakan Tembok Ratapan. Orang Yahudi tersebar diberbagai penjuru dunia tanpa memiliki tanah air lagi. Negeri Palestina dikuasai Romawi cukup lama sampai akhirnya Romawi takhluk pada kekuasaan Islam. Di masa Khalifah Umar bin Khattab r.a Palestina diserahkan kepada kekuasaan Islam, dan di atas puing-puing reruntuhan Haikal Sulaiman atau yang dikenal sebagai kawasan Al Aqsho dibangunlah masjid yang kita kenal sebagai Masjid Umar. Cahaya Islam telah menyinari Yerusalem dan mengagungkan kota itu sebagai kota suci yang dimuliakan. (bersambung)

Oleh: Yusuf Nizar *

*) Pengurus Badko TPA Cabang Minggir

(Buletin Al-Fajr, Edisi 10, Tahun II, Februari '09, Rabiul Awwal 1430 H)

3 komentar:

  1. agar blog anda dapat dicari dmelalui Search engine Google,daftarkan URL blog andake situs pencarian google,begini carane
    ketik alamat wwww.google.com/addurl/
    ikuti langkah2 yg ada.

    BalasHapus

Melebarkan Sayap

Bagi para pembaca yang ingin berpartisipasi dalam penerbitan Buletin Al-Fajr ini baik berupa iklan, donasi, artikel, saran dan kritik dapat menghubungi alamat redaksi.
Akhirul kalam, Selamat membaca !!!
(Atau E-mail ke: alfajr@telkom.net / mrperie@yahoo.com)