Media Komunikasi Informasi dan Dakwah --- Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Minggir -- Fastabiqul Khairat .

Label

Minggu, 04 Januari 2009

BELAJAR DARI HIJRAH ROSUL

Setiap kita memasuki Bulan Hijriyah, umat Islam diingatkan pada peristiwa pindahnya Rasulullah SAW dan para sahabat beliau dari Mekkah ke Madinah. Peristiwa itu bermula dari beberapa pemimpin suku Quraisy berembug untuk membinasakan Rasul bersama-sama dengan mengirim seorang pemuda dari masing-masing kafilah yang ada. Rencana jahat ini kemudian disampaikan oleh Malaikat Jibril kepada Rasul sekaligus mengabarkan bahwa Allah memerintahkan untuk pindah (hijrah) ke Yasrib (Madinah). Dan malam harinya, beliau berangkat bersama sahabat karibnya Abu Bakar Ash Shidiq.

Hijrahnya Rasul dari Mekah ke Madinah hanyalah merupakan perpindahan tempat atau makaniyah, dimana hampir setiap orang bisa melakukannya. Hakekat yang paling penting dari peristiwa itu adalah “Israrun ala al-haq”, yakni senantiasa berpijak di atas kebenaran, memperjuangkan dan mempertahankannya. Hikmah dari peristiwa itu adalah adanya upaya untuk mentransformasikan tingkat kehidupan yang lebih bermutu, baik spiritual maupun materialnya. Selain itu mengadung nilaii pendidikan bagi manusia bahwa kehidupannya mengenal ruang dan waktu (space and time) dari satu masa terdahulu ke masa kini dan masa berikutnya.

Bilamana seorang muslim mampu mengambil ibroh atau pelajaran dari peristiwa Hijrah itu, maka Allah memberikan sanjungan yang sangat tinggi kepada orang yang melaksanakan hijrah sesuai dengan firman Nya:

Artinya: “Orang-orang yang beriman dan berhijrah di jalan Allah dengan harta benda dan jiwa mereka adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; Dan mereka itulah orang-orang yang mendapatkan kemenangan”. (QS. At Taubah: 20)

Allah memberikan sanjungan yang tinggi karena dalam melakukan hijrah membutuhkan pengorbanan, baik jiwa maupun raga. Oleh karena itu, tidak boleh hilang dalam kehidupan seseorang semangat berjuang mengatasi berbagai kesulitan hidup. Untuk itulah, dalam mencapai keberhasilan harus didasari optimisme dan perjuangan

Berikut gambaran tipe manusia dalam berjuang yang disertai optimisme;

1. Tipe Quiters, artinya orang ini ibarat seorang pendaki, sudah gamang melihat medan yang akan ditempuh, jalan semakin naik, dan pesimis untuk bisa sampai di puncak. Orang ini berarti telah putus asa sebelum bertindak (berbuat).

2. Tipe Campers, yang senangnya melakukan kemah. Ibarat mendaki, sudah sampai ditengah perjalanan, lupa akan hakekat-tujuan yang hendak dicapai. Terlalu asyik-enjoy beristirahat, akhirnya mengurungkan niat dan kembali turun, karena merasa tidak mampu lagi.

3. Tipe Climbing, artinya seorang pendaki sejati. Setinggi gunung Himalaya pun akan dia daki, meskipun di depanya penuh onak dan duri, pasti akan ia lewati, seterjal apapun tebing kanan-kirinya, akan ia lewati pula. Artinya; dalam mengarungi kehidupan, ia optimis terhadap masa depannya, tergar dalam menghadap aral, teliti dalam bertindak hingga akhirnya menunai keberhasilan. Satu yang tidak pernah dia lupakan dalam tipe ini (dalam hubungannya dengan Allah), senantiasa Khusnudzan pada Nya, optimis Allah akan memberi petunjuk dibalik kesukaran-kesukaran yang dijumpai. Allah berfirman:

Artinya: “Sesungguhnya dibalik kesukaran itu ada kemudahan” (Al Insyiroh :6 )

Keyakinan pada Allah dan optimis inilah yang tidak semua orang memiliki, ataupun kalau memiliki kadarnya tentu berbeda satu dengan lainnya. Tangan Allah akan menggapai, memberi pertolongan kepada siapapun yang berusaha dengan penuh optimisme akan berhasil dalam usahanya itu. Apabila belum sekarang tentu tidak boleh kendor, bisa saja hanya tertunda. Tetapi yang jelas, ingat kepada Allah dan keyakinan akan datangnya pertolongan Allah akan meredakan kegelisahan dan menggantinya dengan ketenangan, sehingga mampu memperhitungkan segala sesuatu dengan cermat, sehingga hasilnya lebih maksimal.

Ibroh peristiwa Hijrah Rosul yang lain, pertama ditekankan agar ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama muslim) perlu terus menerus ditingkatkan. Keharusan ini didasari bahwa kegagalan dan timbulnya konflik sosial, politik dalam tubuh umat Islam saat ini, baik skala internasional, nasional, regional maupun lokal, disebabkan lemahnya daya rekat rasa persaudaraan antar sesamanya. Kedua, Ukhuwah diartikan sebagai persudaraan Islam yang secara umum berlaku baik bagi setiap muslim maupun non muslim. Pengertian disini adalah antar lintas agama (ukhuwah Insaniyah), bukan ukhuwah imaniyah (persaudaraan seiman). Karena kita sadar, setiap agama punya sekat keimanan yang tidak mungkin disatukan. Hal ini memberikan gambaran untuk membina kebersamaan dengan sesama warga Negara dan umat manusia secara universal. Keadaan ini dibuktikan oleh rasulullah dalam merajut tali persaudaraan menjalin perjanjian dengan orang Yahudi Madinah.

Dalam perjanjian itu disepakati bahwa setiap penduduk Madinah diakui dan ditetapkan kemerdekaannya untuk memeluk dan mengamalkan agama masing-masing. Selain itu disepakati juga adanya kebersamaan dalam menjaga stabilitas Madinah dari berbagai kendala. Ini menggambarkan bahwa hal yang menyangkut kepentingan umum (urusan dunia) umat Islam tidak dilarang duduk berdampingan orang lain.

Tentu banyak makna yang lain bisa kita dapatkan dari peristiwa Hijrah Rasul, diantaranya:

1. Berhijrah dari perbuatan buruk ke perbuatan baik

2. Hijrah dari perbuatan haram ke perbuatan halal

3. Hijrah dari perilaku nista kepada perilaku terpuji

4. Hijrah dari keterbelakangan menuju kemajuan

5. Hijrah dari kemiskinan menuju kecukupan

6. Hijrah dari kebodohan menuju kecerdasan

7. Hijrah dari pertentangan menuju kerukunan, dsb.

Dengan demikian, tidak sekedar secara maknawinya saja kita peringati Persistiwa Hijrah Rasul, hakekat, intisari itu juga penting, tetapi yang jauh lebih penting adalah penerapan nilai-nilai intrinsik baik moral ataupun spirit dari peristiwa hijrah itu di dalam keseharian kita. Amin.

Disarikan dari berbagai sumber.
oleh: Imam Triyono*
*) Penyuluh Agama Islam Fungsional Kecamatan Minggir Tahun 2008.
( Buletin Al-Fajr Edisi 9 / Tahun II / Januari '09 / Muharram 1430H )


1 komentar:

  1. agar blog anda dapat dicari dmelalui Search engine Google,daftarkan URL blog andake situs pencarian google,begini carane
    ketik alamat wwww.google.com/addurl/
    ikuti langkah2 yg ada.

    BalasHapus

Melebarkan Sayap

Bagi para pembaca yang ingin berpartisipasi dalam penerbitan Buletin Al-Fajr ini baik berupa iklan, donasi, artikel, saran dan kritik dapat menghubungi alamat redaksi.
Akhirul kalam, Selamat membaca !!!
(Atau E-mail ke: alfajr@telkom.net / mrperie@yahoo.com)