Media Komunikasi Informasi dan Dakwah --- Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Minggir -- Fastabiqul Khairat .

Label

Selasa, 27 Maret 2012

DAKWAH MUHAMMADIYAH

MATERI DIKLAT KEPEMIMPINAN DAN ORGANISASI
PCPM MINGGIR
AHAD, 25 MARET 2012
AULA KECAMATAN MINGGIR

Materi I : Dakwah Muhammadiyah
Pemateri : Yusuf Nizar
Moderator : Isna Fathurrahman
Sudahkah kamu berdakwah?Adakah tantangan? Atau tidak ada tantangan karena belum berdakwah? Muhammadiyah berdakwah untuk melakukan purifikasi, pemurnian terhadap ajaran Islam yang telah tercampur berbagai tradisi di Indonesia.
KH. Ahmad Dahlan banyak juga belajar dari Ahmad bin Hambal, Ibnu Taimiyah dan ulama salaf lainnya, yang berdakwah untuk memurnikan ajaran Islam (gerakan salaf). Muhammadiyah ingin mengembalikan umat Islam kepada esensi dasar sesuai Al Quran dan Sunnah, dengan tetap menggunakan memakai akal pikiran untuk mengasah suatu ajaran agama.
Dalam berdakwah, tantangan dakwah yang sering ditemui Muhammadiyah, setidaknya dapat dipetakan menjadi tiga macam:
1. Secara internal.
Ada tiga pilar dalam pergerakan Muhammadiyah, ketiganya harus mampu bersinergi dan berkembang jika ingin maju.
a. Jam’iyah atau organisasi
Pengembangan organisasi >> tujuan muhammadiyah: mewujudkan masyarakat islam yang sebenar-benarnya (the real islamic society)
b. Jama’ah atau warga/umat >> bagaimana kondisi umat kita? Jamaah kita?
Rata-rata umat Islam di Minggir sebagai petani, miskin, berarti kita berdakwah kepada rakyat yang miskin. Dalam salah satu sabdanya Rasulullah mengingatkan, hampir-hampir kefakiran itu mendekatkan kepada kekufuran. Maka perlu adanya perubahan orientasi dakwah yang menyentuh sisi sosial ekonomi umat.
KH. Dahlan mengawali berdakwah dengan mengamalkan apa yang tersirat dalam surat Al Ma’un. Kesalihan umat tidak lepas dari pengentasan kemiskinan
Dalam surat Al Ma’un itulah bentuk amal salih diwujudkan dengan tanggung jawab kepada orang miskin dan anak yatim.
Sebab kemiskinan adalah bid’ah sosial, yang tidak diajarkan oelh Rasulullah.
c. Imamah atau kepemimpinan/kaderisasi >> siapa kader kita, pemimpin kita. Mampukah menggerakkan jamaah?
2. Tantangan dari Organisasi lain.
a. Mereka yang menjadikan Muhammadiyah sebagai inspirator, yang kemudian mereka kembangkan. Contoh, TK ABA dan TKIT. Keberadaaan mereka bisa menjadi rivalitas yang menguatkan sekaligus melemahkan.
b. Organisasi yang jelas berbeda tujuan. Mereka yang menyelewengkan Islam (aliran sesat)
3. Agama lain. Mereka berbeda akidah dan menginginkan agama merekalah yang mencapai kejayaan. Dalam hal ini Islam telah memberi jawaban tegas, bahwa hanya Islamlah satu-satunya agama yang diridhai Allah. Di Indonesia agama lain termasuk minoritas namun memiliki pendanaan dan jaringan yang kuat.
Strategi Dakwah yang Berbeda.
Akomodatif >> sangat lamban karena mengakomodasi yang telah mapan
Radikal >> drastis, langsung, ongkos mahal, butuh SDM yang kuat
Reformatif >> gerakan tajdid, pembaharuan.
Sekarang saatnya melakukan dakwah pemberdayaan agar masyarakat bisa terangkat secara ekonomi. Pemuda Muhammadiyah jangan menjadi sosok yang mriyayi yang tidak dekat dengan rakyat. Tetapi sebaliknya mereka harus dekat dengan masyarakat. Umat Islam di Indonesia memang mayoritas dalam jumlah, belum dalam pemikiran. Sehingga masih sulit untuk disatukan.

Melebarkan Sayap

Bagi para pembaca yang ingin berpartisipasi dalam penerbitan Buletin Al-Fajr ini baik berupa iklan, donasi, artikel, saran dan kritik dapat menghubungi alamat redaksi.
Akhirul kalam, Selamat membaca !!!
(Atau E-mail ke: alfajr@telkom.net / mrperie@yahoo.com)