Media Komunikasi Informasi dan Dakwah --- Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Minggir -- Fastabiqul Khairat .

Label

Minggu, 25 Januari 2009

TARBIYAH BERSAMA MUHAMMADIYAH

“.....siapkan barisan...

wahai putra putri....!!

...... TK ‘Aisyiyah Bustanul Atfal........

Penggalan syair lagu, yang diajarkan saat duduk di bangku kindergartend tersebut masih terngiang. Sekilas terkesan sederhana, namun kalaulah bisa dimaknai dapat dijadikan visi yang dapat memberikan sejuta motivasi untuk mempersiapkan generasi masa depan. Selama kurun waktu hampir satu abad, Muhammadiyah telah ikut berperan mencerdaskan kehidupan bangsa. Khusus di lingkup Kecamatan Minggir telah berdiri sekolah dari tingkat Play Group, Kindergartend, SD, SMP, SMU/SMK, TPA maupun Asrama.

Pertimbangan amal usaha Muhammadiyah yang diwujudkan dengan mendirikan lembaga pendidikan pada masa lalu didasarkan atas pertimbangan begitu besar kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan atau lembaga sekolah, komitmen Muhammadiyah untuk mendirikan sekolah yang bernafaskan keagamaan sehingga bisa memberikan bimbingan dalam men-tarbiyah masyarakat sekaligus media kaderisasi Muhammadiyah, mendirikan lembaga pendidikan menjadi salah satu wasilah da’wah dan kaderisasi.

Perjalanan waktu telah menorehkan tabiat dan mencetak karakter yang spesifik, berjuta problematika senantiasa menghiasi perjalanan, banyak masyarakat dengan sukarela telah mengikhlaskan sebagian tanah pekarangan untuk diwakafkan guna mendirikan lembaga pendidikan, berdasarkan data dari KUA Kecamatan Minggir tercatat 29 lokasi tanah wakaf yang diamanahkan untuk gedung sekolah Muhammadiyah, meskipun secara administrasi pengelola tanah wakaf (nadzir) adalah Nadzir perseorangan. Sesungguhnya Muhammadiyah memiliki aset sumber daya yang cukup, khususnya aset sumber daya manusia dan aset tanah wakaf. Saat acara Sarasehan trah Muhammadiyah Minggir yang diadakan bulan Januari yang lalu, ada beberapa permasalahan dalam tubuh internal Muhammadiyah khususnya bidang pendidikan, salah satu lontaran guru-guru TK ‘Aisyiyah Bustanul Atfal yang notabene anggota ‘Aisyiyah ibunda kita, mengungkapkan fakta munculnya sekolah-sekolah baru yang menjadi kompetitor, ada beberapa sekolah Muhammadiyah yang sudah tidak beroperasi lagi karena kekurangan murid, kebijakan pemerintah, contohnya mengenai penghapusan Sekolah Pendidikan Guru (SPG) dan ada beberapa faktor lainnya. Sehingga ada beberapa gedung sekolah Muhammadiyah yang sekarang kosong yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Di sisi lain sebagian besar nadzir yang dulu mengelola sekolah Muhammadiyah telah meninggal sehingga secara administrasi harus ada penggantian nadzir baru, pengganti nadzir dapat perseorangan maupun Badan Hukum (NU, Muhammadiyah, LDII, Yayasan dll red) proses ini dilakukan agar terdapat kejelasan pengelola tanah wakaf.

Karakter masa seringkali berubah, karakter masa saat ini adalah “Padang Kurusetra”, kompetisi, masa hitam-putih, tuntutan marketable. Menjamurnya lembaga pendidikan swasta yang bernaung di bawah yayasan/ormas pada saat ini sebuah keniscayaan zaman, merupakan hak dan sebagai perwujudan ikut mencerdaskan kehidupan bangsa terlepas dari tujuan dan motivasi yang sesunggguhnya ingin dicapai. Sisi suram yang sangat menyedihkan adalah saat menjamurnya lembaga pendidikan dipandang sebagai dampak dari virus “industri pendidikan” lembaga pendidikan menjadi pabrik pendulang uang. Dampak positif yang terjadi secara alami di lapangan setiap lembaga pendidikan berusaha menawarkan dan menyiapkan diri sebagai lembaga pendidikan yang marketable. Lembaga-lembaga pendidikan yang bersama-sama memproklamirkan diri mewarisi risalah da’wah, alangkah indah, arif dan bijaksana bersama wata’awanungalal birri wattaqwa. Muhammadiyah masih memiliki aset yang cukup, baik SDM mapun aset tanah wakaf yang harus dijaga, ini merupakan modal yang potensial salah satunya untuk mengembangkan lembaga pendidikan, harus disadari Muhammadiyah mampu menawarkan lembaga pendidikan yang mencitrakan karakter yang Islami selama berani untuk fastabiqul khoirat, Sesungguhnya peradaban merupakan manifestasi dari iman dan taqwa.

Oleh: Barid Setiawan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Melebarkan Sayap

Bagi para pembaca yang ingin berpartisipasi dalam penerbitan Buletin Al-Fajr ini baik berupa iklan, donasi, artikel, saran dan kritik dapat menghubungi alamat redaksi.
Akhirul kalam, Selamat membaca !!!
(Atau E-mail ke: alfajr@telkom.net / mrperie@yahoo.com)