Media Komunikasi Informasi dan Dakwah --- Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Minggir -- Fastabiqul Khairat .

Label

Minggu, 25 Januari 2009

MELACAK JEJAK YAHUDI SAMPAI DIBALIK BATU (Bagian Pertama)


Dua hari menjelang pergantian tahun 1429 menuju tahun baru 1430 Hijriah, Dunia dikejutkan dengan peristiwa pahit yang sangat memilukan umat Islam. Berbeda dengan tahun baru 2009 Miladiyah yang dirayakan di berbagai tempat dengan pesta kembang api, tahun baru Islam 1430 H kali ini diwarnai dengan hujan api dari tembakan-tembakan roket Israel ke Palestina. Api kehancuran yang dijatuhkan oleh Israel telah meluluh lantakkan kota Gaza di Palestina, tapi berapapun banyaknya bom yang dijatuhkan justra akan semakin menggelorakan semangat jihad saudara-saudara kita pejuang Muslim untuk mengalahkan bangsa Yahudi . Hingga tulisan ini disusun, sejak 27 Desember 2008 sampai Israel menarik mundur pasukannya pada 21 Januari 2009, agresi Israel telah menebar kerusakan yang tak terhingga di bumi Palestina. Demi suatu ambisi gila dalam rangka mewujudkan cita-cita Israel Raya menjadi bangsa paling kuat di Bumi mereka telah menewaskan 1400 nyawa warga Palestina, 5300 orang terluka, 4000 bangunan dihancurkan di Gaza, 20 ribu bangunan rusak berat, sementara itu 50 ribu orang kehilangan tempat tinggal dan 400 ribu diantaranya hidup tanpa air bersih. ( Data Republika 22 Januari 2009).

Bangsa Yahudi Israel merasa dirinya sebagai bangsa pilihan tuhan, yakni bangsa yang dipilih oleh Tuhan untuk menjadi tuan dari segala bangsa di dunia ini. Suatu faham yang lebih lebih ekstrim dalam kalangan umat Yahudi bahkan ada yang menganggap bangsa selain bangsa Israel adalah bukan manusia, sehingga siapapun di bumi ini harus tunduk takhluk di bawah kaki mereka. Maka cara menguasai dunia dengan menebar kerusakan dan menumpahkan darah adalah hal biasa bagi mereka

Cita-cita bangsa Israel hanya akan terwujud jika mereka berhasil mewujudkan kerajaan Israel Raya, kerajaan yang hendak mereka manifestasikan sebagai kerajaan Tuhan di bumi ini, Dan untuk itu mereka telah memilih Yerusalem yang berada di Palestina sebagai tempat dimana Kerajaan Tuhan yang mereka idam-idamkan itu akan berpusat di sana.. Yerusalem dipilih karena adanya ikatan sejarah dan ideologis yang sangat kuat pada bangsa Yahudi / Bani Israel dengan tempat itu.

Jika ditinjau dari sejarahnya, memang Yerusalem adalah tempat dimana nenek moyang mereka pernah memiliki kerajaan yang sangat besar dan kuat di masa Daud dan Sulaiman. Suatu zaman sebelum mereka terpecah belah dan kemudian terdiaspora, tercerai berai terbuang keberbagai penjuru dunia tak lagi memiliki tanah air akibat kesalahan dan dusta-dusta serta penyelewengan yang mereka lakukan sendiri terhadap ajaran Tuhan yang benar. Semula memang mereka adalah bangsa yang dipilih oleh Tuhan untuk mentegakkan kalimahNya di bumi ini. Namun penyelewengan dan pelanggaran-pelanggaran yang mereka lakukan, yakni terhadap ajaran para nabi Allah dari kakek moyang mereka Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya’kub, Yusuf hingga Musa dan Harun , juga terhadap ajaran yang mereka terima dari Daud, Sulaiman serta nabi-nabi lainnya termasuk Nabi Isa AS dan Muhammad SAW telah membuat murka Tuhan. Tuhan menghukumnya dengan hilangnya tanah air dan kerajaan besar yang pernah mereka miliki.. Penyelewengan mereka terhadap ajaran Tuhan telah menghasilkan suatu bentuk sistem keyakinan yang jauh dari ajaran Allah yang sebenarnya, yang kemudian kita kenal sebagai agama Yahudi (Judaisme) . Kelahiran agama baru Kristen yang juga tak lepas dari peranan orang Yahudi.

Sejarah Bangsa Israel, yang dalam Al Qur’an di sebut Bani Israil ( Anak-anak keturunan Israil) telah berlangsung sangat panjang. Uraian di bawah ini, meskipun hanya selintas perlu kita ketahui bagaimana asal muasal dan sejarah mereka dan mengapa mereka ingin kembali menduduki bumi Palestina yang sudah bukan lagi menjadi tanah airnya. Mengenal siapakah mereka yang begitu memusuhi ummat Islam perlu bagi ummat Islam, khususnya para pemuda aktivis pergerakan Islam. Mengenal siapakah musuh anda adalah salah satu strategi perang terbaik, demikian seperti dikatakan oleh Von Clausewitz sang ahli perang termashur.

Bani Israil adalah sebutan untuk putra-putra keturunan Israil. Israil adalah nama atau gelar dari Nabi Ya’kub, putra Nabi Ishaq, cucu Nabi Ibrahim yang diduga berasal dari wilayah Chaldea Babilonia. Nabi Ya’kub memiliki 12 orang putra yang kelak menjadi 12 suku bangsa Israil. Masa kehidupan mereka berlangsung di sekitar tahun 2000 SM, pada masa kerajaan-kerajaan kuno seperti Babilonia, dan Mesir masih eksis Salah satu putra Ya’kub, yakni Yusuf terbuang ke negeri Mesir akibat kedengkian saudara-saudaranya karena mereka melihat Yusuf memilki kecenderungan melanjutkan risalah kenabian sebagaimana ayah dan kakeknya. Sedangkan saudara-saudaranya yang lain mulai menampakkan kecenderungan menjauh dari ajaran orang tuanya. Namun justru di Mesir itulah Yusuf berhasil mencapai kesuksesan dakwahnya meskipun harus melalui berbagai cobaan yang sangat berat. Firaun yang berkuasa di Kerajaan Mesir saat itu akhirnya menjadikan Yusuf sebagai orang yang sangat berperan di kerajaan dan memberi otoritas penuh pada Yusuf untuk berbuat yang terbaik bagi kerajaan. Pada masa Yusuf berkuasa, Kerajaan Mesir dapat dientaskan dari krisis pangan yang mengglobal waktu itu. Kesusksesan ini mengantarkan Yusuf untuk bertemu dan bersatu kembali dengan orang tua dan saudara-saudaranya. Selanjutnya mereka diijinkan berpindah tinggal di mesir dan menjadi warga yang dihormati disana hingga beranak pinak dan jumlah mereka menjadi bertambah banyak.

Beberapa masa berlalu, kehidupan Bani Israil di Mesir sangatlah terjamin hingga datanglah masa dimana orang-orang pribumi Mesir merasa cemburu dengan keberadaan dan peranan Bani Israil di Mesir. Tekanan terhadap mereka mulai muncul dan semakin kuat dirasakan setelah munculnya fir’aun baru yang sudah lupa dengan jasa-jasa Nabi Yusuf. Penindasan mulai dilakukan terang-terangan, bahkan muncul kebijakan yang mengarah pada cleaning etnis, fir’aun membatasi angka kelahiran bani Israil dengan membunuh setiap bayi laki-laki yang lahir.

Penderitaan mereka berlangsung cukup lama hingga hadirnya Nabi Musa ( kira-kira 1350-1250 SM) dan Nabi Harun yang berhasil membebaskan mereka keluar dari cengkeraman fir’aun. Dengan perjuangan yang berat mereka akhirnya berhasil keluar dari negeri Mesir. Selamatnya bani Israil menyeberangi Laut Merah dan tenggelamnya Fir’aun serta bala tentaranya di laut menandai dimulainya babak baru perjalanan sejarah mereka. Musa membawa bangsa Israil menuju kesuatu tempat yang telah dijanjikan Tuhan pada mereka, yakni ke wilayah Kan’an (Palestina) tempat dimana kakek mereka Ibrahim pernah hijrah dan menetap di sana. Ketika itu kan’an dikuasai kerajaan lain, sehingga dibutuhkan tekad yang kuat dan mental yang tangguh untuk memilikinya. Selama perjalanan panjang menuju tanah yang dijanjikan itu banyak cobaan yang harus dilalui. Jika dikaji apa yang mereka lakukan selama perjalanan ini akan kita temui beberapa tabiat-tabiat negatif khas bani Israil yang sering merepotkan para nabi-nabi mereka. Penyelewengan ajaran tuhan mulai sering dilakukan ( contoh Peristiwa Samiri dan penyembahan anak lembu, pelanggaran hari sabtu dll), juga ketidak sabaran dan ketaksetiaan mereka untuk berjuang merebut tanah air menjadikan saat untuk memasuki negeri yang dijanjikan itu terasa lama, dan mereka hanya berputar-putar saja disekitar negeri impian itu..

Musa dan Harun tidak sampai membawa mereka masuk ke kan’an, namun batas-batas negeri yang dijanjikan telah dilihat oleh Musa. Pemimpin-pemimpin sepeninggal Musa dan Harun juga belum berhasil membawa mereka masuk ke negeri yang dijanjikan itu. Barulah setelah mereka mengangkat Thalut (Saul) sebagai raja mereka yang pertama, mereka berhasil dipimpin memasuki Kan’an. Raja Filistin yang berkuasa saat itu yakni Jalut (Goliath ) berhasil dikalahkan oleh Daud. Kerajaan baru bani Israil kemudian dibina di bawah kepemimpinan Thalut. Selanjutnya mereka mencapai puncak kejayaannya yang luar biasa saat Daud dan putranya Sulaiman naik tahta melanjutkan kepemimpinan dan mengajarkan risalah kenabian. Kerajaan Daud - Sulaiman adalah super power muslim yang sangat berkuasa dimasa lampau. Berbagai bangsa dan kerajaan segan dan takhluk di bawah pemerintahan mereka. Masa Sulaiman mencatat kemajuan peradaban yang luar biasa. Dimasa itulah dibangun tempat pusat ibadah yang terkenal sebagai Haikal Sulaiman atau temple of Solomon atau juga Baitul Maqdis di Yerusalem Palestina..


TERUSIR DARI NEGERI SENDIRI
Kerajaan bani Israil yang gilang gemilang dan mencapai masa keemasan di zaman Daud dan Sulaiman berlangsung beberapa lama sebelum akhirnya terpecah. Sepeninggal Sulaiman, kerajaan menjadi lemah dan akhirnya pecah menjadi dua kerajaan. Disebelah utara berdiri kerajaan Yudea ( didukung 2 suku ) dan di sebelah selatan menjadi Kerajaan Israilliya ( 10 suku ). Meskipun lebih kecil wilayahnya, tetapi Yudea menguasai wilayah dimana baitul Maqdis yang dibangun Sulaiman berada di sana. Pada tahun 721SM ketika kerajaan Assiria berperang melawan Mesir, Assiria melalui Palestina. Kerajaan Israilliya yang berpihak pada Mesir jatuh setelah orang-orang Assiria menangkapi dan menawan serta membawa pergi penduduknya ke negeri mereka. Sementara itu kerajaan Yudea lebih panjang usianya sebelum akhirnya pada abad VI SM di tahun 586 SM Nebukadnezar dari Babilonia menyerbu dan membakar serta ,menghancurkan Temple of Sulaiman. Penduduk Yudea juga di tawan dan diangkut ke Babilonia.

Pada tahun 539 SM kerajaan Persia mengalahkan kerajaan Babilonia. Raja Cyrus dari Persia mengijinkan orang-orang Israil kembali dan membangun kembali rumah sucinya di Yerusalem. Dipimpin oleh Zerubabil tempat ibadah yang dibangun Sulaiman didirikan kembali meskipun tak lagi seindah aslinya dahulu. Riwayat bangsa Israil rupa-rupanya harus jatuh dalam kekuasaan berbagai bangsa. Terjajah dari satu kerajaan beralih ke kerajaan lain. Sementara itu penyelewenngan mereka terhadap ajaran tuhan semakin lama semakin jauh, tak lagi mereka mengenal Allah sebagaimana di ajarkan oleh nabi nabi kakaek moyangnya. Banyak nabi yang mereka khianati bahkan dibunuh. Allah yang semula menjadi Tuhan mereka telah berganti menjadi Yehova, ( YHWH atau Yahweh). Yahweh sebenarnya adalah nama berhala dewa dari bukit Sinai, yang akhirnya begitu dikeramatkan dan menjadi tuhan yang dominan bagi orang Israil. Ajaran para nabi-nabi telah dicampur adukkan dengan berbagai pemikiran dan filsafat yang akhirnya menjadi sebuah sistem kepercayaan yang dikenal dengan Judaisme atau Agama Yahudi. Nama yang dinisbatkan dari salah satu suku terbesar dalam bangsa Israil yakni suku keturunan Yahuda salah satu putra nabi Ya’kub. Sebenarnya penyelewengan –penyelewengnan itulah yang menyebabkan tuhan murka dan menghukum mereka terjajah dari satu penguasa ke penguasa lainnya.

Setelah Persia dikuasai Alexander dari Macedonia, kekuasaan terhadap orang-orang Yahudi berpindah ke tangan penguasa Macedonia, lalu beralih dalam kekuasaan Mesir, berganti kemudian dikuasai Dinasti Seleucid, kekuasaan Yunani, dan akhirnya di jajah Romawi. Pada tahun 70 SM karena memberontak pada Romawi, Yerusalem dibakar habis oleh kaisar Titus, kuil sulaiman kembali dihancurkan, hingga tamatlah sudah riwayat negeri orang Yahudi. Tetapi pada tahun 20 SM untuk mengambil hati orang Yahudi, Raja Romawi Herodes memerintahkan membangun kembali/ memperbesar bait yang dibangun oleh Zerubabil. Selanjutnya di tahun 135 M karena memberontak lagi, Penguasa Roma Hadrian mengusir orang-orang Yahudi kedalam pembuangan ( Diaspora), Yerusalem kembali dibakar habis, sejak itu Yerusalem tinggal reruntuhannya saja. Salah satu sisi dari reruntuhan dinding kuil Sulaiman masih tersisa dan kini dinamakan Tembok Ratapan. Orang Yahudi tersebar diberbagai penjuru dunia tanpa memiliki tanah air lagi. Negeri Palestina dikuasai Romawi cukup lama sampai akhirnya Romawi takhluk pada kekuasaan Islam. Di masa Khalifah Umar bin Khattab r.a Palestina diserahkan kepada kekuasaan Islam, dan di atas puing-puing reruntuhan Haikal Sulaiman atau yang dikenal sebagai kawasan Al Aqsho dibangunlah masjid yang kita kenal sebagai Masjid Umar. Cahaya Islam telah menyinari Yerusalem dan mengagungkan kota itu sebagai kota suci yang dimuliakan. (bersambung)

Oleh: Yusuf Nizar *

*) Pengurus Badko TPA Cabang Minggir

(Buletin Al-Fajr, Edisi 10, Tahun II, Februari '09, Rabiul Awwal 1430 H)

YOGYA, THE CITY OF CITATION

Yogya, kota dengan seribu nama. Mungkin kalimat itulah yang pas untuk menjabarkan salah satu keunikan Yogyakarta. Salah satunya adalah Yogya sebagai kota pelajar.

Mengapa disebut “Kota Pelajar?”, barang kali itulah kata yang pertama kali timbul bagi seseorang yang mengetahui Yogyakarta sebagai kota pelajar. Pertanyaan tersebut penting untuk ditelaah. Mereka ingin mengetahui asal-usul Kota Yogyakarta sebagai Kota Pelajar. Memang, banyak yang menarik dari Kota Yogyakarta selain Kota Pelajar, seperti Kota Kebudayaan, Kota Gudeg, Kota Dagadu, Kota Sepeda, dan lain sebagainya. Dari sebutan-sebutan tadi, yang patut dan penting diperhatikan adalah Kota Yogyakarta sebagai kota Pelajar. Masihkah Yogyakarta sebagai kota pelajar?? Itulah pertanyaan yang harus di perhatikan lagi, karena Kota Yogyakarta saat ini apakah masih pantas mendapat sebutan Kota Pelajar. Kota Yogyakarta (kotamadya, nama lain: Jogja, Yogya, Yogyakarta, Jogjakarta) adalah sebuah kotaIndonesia. Kota ini pernah menjadi ibu kota Indonesia pada masa revolusi, yaitu tahun 1946 – 1949. Yogya adalah ibu kota Daerah Istimewa Yogyakarta, yang dipimpin oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X dan Pangeran Pakualam. Dulu Kota Yogyakarta merupakan tempat berdirinya organisasi-organisasi pendidikan seperti Taman Siswa, Muhammadiyah dan lainnya. besar di

Kemudian banyak bermunculan sekolah-sekolah lain yang digunakan untuk pusat pendidikan di Indonesia. Kota Yogyakarta dari dulu dikenal sebagai kota pelajar dan budaya, julukan tersebut tidak lepas dari banyaknya lembaga-lembaga pendidikan yang ada di Yogyakarta khususnya tingkat perguruan tinggi. Sehingga Yogya menjadi incaran utama bagi para calon siswa dan mahasiswa utuk melanjutkan jenjang pendidikannya di Yogya. Yogayakarta sebenarnya di kenal dengan Kota Pelajar karena dari dulu banyak pelajar yang menuntut ilmu ke Yogyakarta. Yogyakarta dipenuhi dengan para pelajar dari beragai kota di Indonesia. Mereka ingin menuntut ilmu di sana. Sejak dahulu, Yogyakarta sudah dikenal karena banyak terdapat sekolah-sekolah dan perguruan tinggi. Para pelajar tersebut sangat yakin bahwa mereka akan mendapatkan ilmu yang banyak di Yogyakarta. Dari dulu pusat pendidikan di Indonesia adalah Yogyakarta dengan banyak penduduk yangmerupakan pelajar.

Sebenarnya yang menjadi pusat perhatian para pelajar di kota-kota seluruh Indonesia untuk menuntut ilmu di Yogyakarta adalah di perguruan tingginya, namun perguruan tinggi tersebut tidaklah terdapat di wilayah Kota Yogyakarta. Perguruan tinggi tersebut banyak terdapat di pinggiran Kota Yogyakarta, seperti di daerah Kabupaten Sleman. Memang banyak perguruan tinggi yang terdapat di Daerah Istimewa Yogyakarta, namun yang terdapat di wilayah Kota Yogyakarta hanya beberapa saja. Perguruan tinggi yang menjadi incaran para pelajar seluruh Indonesia adalah perguruan tinggi seperti UGM( Universitas Gadjah Mada) dan UNY( Universitas Negeri Yogyakarta). Kedua perguruan tinggi tersebut memang terdapat di Kabupaten Sleman, namun dapat mempengaruhi sebutan Kota Pelajar untuk Kota Yogyakarta. Kota Yogyakarta terkenal dengan SMP dan SMAnya dan bukan dari perguruan tingginya. Kota Yogyakarta memang tidak memiliki banyak perguruan tinggi negeri maupun swasta, namun Kota Yogyakarta masih memiliki sekolah yang dari SD, SMP, dan SMA mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Sekolah-sekolah tersebut masih banyak menarik perhatian para pelajar di luar Yogyakarta untuk menuntut ilmu di sana. SMP dan SMA di Kota Yogyakarta memiliki kualitas yang sudah tidak diragukan lagi, dengan terubkti telah menghasilkan lulusan yang terbaik dan mampu melanjutkan ke tingkat pendidikan selanjutnya di sekolah yang favorit dan penuh saingan. Sekolah-sekolah tersebut yang membuktikan bagi masyarakat bahwa Kota Yogyakarta bisa dikatakan sebagai Kota Pelajar. Dari beberapa alasan di atas, sebutan Kota Pelajar untuk Kota Yogyakarta diberikan. Dengan adanya pandangan masyarakat dengan kinerja sekolah-sekolah di Kota Yogyakarta untuk mendidik siswanya dengan baik. Memang sebutan Kota Pelajar untuk Kota Yogyakarta bukan karena terdapat banyak sekolahan saja, melainkan para pelajarnya yang pandai-pandai. Para pelajar dari Kota Yogyakarta banyak yang sudah terubkti masa depannya menjadi orang sukses, yang merupakan hasil didikan dari sekolah-sekolah di Kota Yogyakarta. Walaupun sekolah-sekolah di Kota Yogyakarta telah unggul dari segi kualitas dan fasilitas, usaha dan kerja keras para pelajarnyalah yang mampu membawa harum nama baik Kota Yogyakarta. Banyak pendapat yang mengungkapkan tentang sebutan Kota Pelajar untuk Kota Yogyakarta yang dilihat dari beberapa factor yang mengakibatkannya menjadi Kota Pelajar.

Ada yang berpendapat bahwa Kota Yogyakarta layak mendapat julukan Kota Pelajar karena dari banyak sekolah di Kota Yogyakarta yang mempunyai kualitas baik dan memenuhi segala fasilitas untuk belajar mengajarnya, sekolah tersebut adalah SD, SMP, dan SMA negeri maupun swasta yang ada di Kota Yogyakarta. Sekolah-sekolah di Kota Yogyakarta banyak menjadi incaran pelajar dari luar Kota Yogyakarta maupun luar Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Sekolah-sekolah tersebut menjadi incaran karena sekolah-sekolah tersebut sudah ada yang bertaraf nasional maupun internasional. Selain itu sekolah-sekolah di Kota Yogyakarta banyak yang menyediakan program pembelajaran yang khusus selain program regular. Program-program tersebut seperti program kelas akselerasi, kelas RSBI(Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional), dan kelas ITC yang merupakan kelas modern yang menggunakan laptop sebagai alat untuk belajar mengajar. Mulai tahun ajaran baru sekarang, Kota Yogyakarta menerapkan Kuota masuk SMP dan SMA di Kota Yogyakarta. Kuota tersebut adalah 70% untuk penduduk dalam Kota Yogyakarta, 25% untuk penduduk luar Kota Yogyakarta seperti Kabupaten Sleman, Bantul, Kulon Progo, dan Gunung Kidul, dan 5%lagi untuk penduduk luar Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Karena ada pembedaan Kuota yang lebih memihak dan mempermudahkan penduduk di Kota Yogyakarta, mungkin dapat merusak citra Kota Pelajar untuk Kota Yogyakarta. Kuota tersebut dapat merusak karena kualitas pelajar yang masuk ke SMP dan SMA faforit di Kota Yogyakarta menurun drastis.

Siswa dalam Kota Yogyakarta yang mendapatkan nilai ujian nasional sangat rendah saja sudah bisa masuk ke SMP dan SMA negeri di Kota Yogyakarta. Bahkan, dengan berlakunya RTO (Real Time Online) sebagai system seleksi penerimaan siswa baru di Kota Yogyakarta sangat mempengaruhi terhadap sekolah-sekolah swasta yang tidak dapat memenuhi daya tampung siswa barunya. Sekolah-sekolah swasta tersebut hanya bisa mendapatkan siswa beberapa persen saja dari jumlah kursi untuk siswa baru yang ada. Hal ini dapat merusak citra Kota Pelajar untuk Kota Yogyakarta. Apabila system kuota untuk masuk SMP maupun SMA di Kota Yogyakarta masih diberlakukan, mungkin sebutan Kota Pelajar untuk Kota Yogyakatrta akan berpindah ke kota lain, seperti Malang dan Magelang yang saat ini pendidikannya maju pesat dan mampu menarik perhatian pelajar-pelajar dari luar kota maupun provinsi untuk menuntut ilmu di sana. Selain dipengaruhi oleh sekolah-sekolah di dalam Wilayah Kota Yogyakarta tersebut, dapat dipengaruhi oleh adanya sekolah-sekolah dan perguruan tinggi negeri maupun swasta di pinggiran Kota Yogyakarta. Seperti UGM, UNY, dan UII merupakan perguruan tinggi yang bukan di dalam wilayah Kota Yogyakarta, namun perguruan tinggi tersebut berpengaruh terhadap sebutan Kota Pelajar bagi kota Yogyakarta.

Kesimpulannya, menurut saya Kota Yogyakarta saat ini sudah tidak bisa mendapatkan sebutan Kota Pelajar lagi, karena tingkat pendidikan sekolah-sekolah di Kota Yogyakarta sudah menurun. Selain itu dari dulu yang seharusnya mendapat julukan Kota Pelajar bukan hanya Kota Yogyakarta saja, tetapi seharusnya seluruh Daerah Istimewa Yogyakarta.

Oleh Andika Ilham Rahmatullah

KREDIT TANPA BUNGA, TANPA AGUNAN DAN TANPA MACET

Kemiskinan adalah bencana. Karena itulah tidak ada seorangpun di dunia ini sengaja ingin menjadi miskin. Oleh sebab itu, manusia menggunakan berbagai macam cara agar terhindar darinya, salah satunya adalah dengan melaksanakan program kredit.

Program kredit atau pinjaman dapat mempunyai dua sisi. Salah satunya adalah sisi yang menguntungkan dan sisi lainnya merugikan. Sisi yang menguntungkan bila modal dari kredit diputarkan dan memperoleh hasil. Sisi yang merugikan bila modal diputarkan tetapi hasilnya malah merugi, kemudian kredit menjadi macet, agunan disita oleh pemberi kredit (kreditur) dan sisa hutang masih menumpuk belum terlunasi.

Pada rakyat kecil kreditur jarang bersedia memberikan pinjaman. Hal ini disebabkan rakyat kecil umumnya tidak memiliki agunan yang disyaratkan. Padahal kreditur tidak mau mengalami resiko kerugian bila kredit macet. Oleh sebab itulah perlu dikembangkan adanya program kredit khusus untuk rakyat kecil. Kredit ini haruslah bersifat tanpa bunga, tanpa agunan dan tentu saja tanpa macet.

Oleh : Susilowati, A.Md.

EKONOMI ISLAM, EKONOMI YANG BERKEADILAN


Sebelum membahas lebih jauh tentang ekonomi Islam, terlebih dahulu kita harus berangkat dari titik awal yang sama. Kita harus yakin bahwa agama Islam adalah agama yang sempurna. Agama Islam bukanlah ‘agama’ seperti dalam perspektif sekuler barat, tetapi agama Islam adalah suatu ‘dien’, suatu sistem hidup yang menyeluruh yang mengatur seluruh sendi kehidupan manusia.

Agama Islam adalah suatu sistem hidup yang menyeluruh, yang mengatur dari masalah hal-hal kecil sampai hal-hal yang besar. Mulai dari maslah bersuci, beribadah, makan, berpakaian sampai masalah kenegaraan semuanya tidak luput dari tata aturan agama, demikian pula halnya dengan masalah ekonomi. Dalam perekonomian, Al Qur’an mengatur dengan jelas norma-norma yang harus dijalani oleh seorang pelaku ekonomi Islam. Selain itu Rosulullah SAW juga telah memberikan contoh teladan dalam hadits-haditsnya bagaimana berniaga, menjalankan roda perekonomian secara Islami.

Terdapat banyak penjelasan tentang perekonomian Islam, tetapi secara lebih sederhana perekonomian Islam dapatlah dikatakan sebagai perekonomian yang berkeadilan. Hal ini sebagai lawan dari sistem perekonomian diluar Islam yang terang-terang berwatak tidak adil. Didalam sejarah berulangkali terdapat contoh terjadinya friksi antar kelas akibat ketidakadilan tersebut. Antara kaum buruh melawan majikan, antara produsen dan konsumen, serta antara kreditur dan debitur, yang kesemuanya itu menunjukkan adanya suatu ketidak adilan didalam tata susunan kegiatan ekonomi.

Dengan sudut pandang yang lain, dapatlah dikatakan bahwa sistem ekonomi Islam adalah sistem ekonomi ‘jalan tengah’ diantara dua sistem besar yang secara ekstrem berseberangan, yaitu sistem ekonomi kapitalisme di satu sisi dan sistem ekonomi sosialisme di sisi yang lain. Islam menawarkan suatu jalan tengah, yaitu tetap mengakui hak-hak milik pribadi individu tetapi juga mengakui adanya fungsi komunal bagi kesejahteraan bersama.

Masalah terbesar bagi pengembangan ekonomi Islam adalah kurangnya pemahaman dikalangan sebagian besar ummat Islam bahwa Islam adalah lembaga kehidupan yang komplit. Banyak kaum muslimin yang melaksanakan sistem ekonomi kapitalisme tanpa menyadari bahwa sistem tersebut tidaklah sesuai dengan ajaran-ajaran Islam. Selain itu banyak pula kaum muslimin yang merasa tidak cocok dengan kapitalisme, kemudian menoleh kepada sosialisme sebagai alternatif ekonomi, tanpa menyadari bahwa didalam praktek sosialisme ada beberapa sendi yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. Untuk itulah kita harus memberikan pemahaman yang lebih baik kepada ummat Islam agar mampu melihat Islam secara lebih komprehensif dan memahami ekonomi Islam sebagai suatu jalan hidup (way of life) dalam berkegiatan ekonomi.

Saat ini sub bagian perekonomian Islam yang mengalami perkembangan paling menyolok adalah sektor moneter. Yaitu dengan diterapkannya ‘sistem syariah’ kedalam tata ekonomi keuangan. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya bank-bank konvensional yang membuka konter syariah dalam produknya, bahkan hampir semua bank yang ada tentu mempunyai divisi ekonomi syariah. Dalam skala kecil, di daerah-daerah banyak bermunculan koperasi simpan pinjam yang menganut sistem syariah atau dengan istilah yang lebih dikenal BMT (Baitul Maal Wat Tamwil). Terlepas dari apa dan bagaimana penerapan sistem syariah pada lembaga-lembaga itu, kita harus mengacungkan jempol atas terobosan-terobosan yang yang telah dilakukan oleh para pelaku ekonomi tersebut.

Kata kunci dalam perekonomian syariah adalah adanya sistem ‘bagi hasil‘ atau ‘profit sharing’ sebagai sistem pengganti dari sistem ‘bunga bank’. Dalam pelaksanannya, sistem ekonomi ini memberikan perimbangan resiko bersama kepada pihak kreditur maupun debitur secara adil. Hal ini mengingat uang yang dipinjam dan diputarkan akan selalu berhadapan dengan resiko rugi maupun resiko laba dalam perputarannya. Bandingkan dengan sistem bunga yang selalu beranggapan bahwa dana yang dipinjam oleh nasabah selalu memberikan keuntungan.

Pelaksanaan sistem bagi hasil yang ideal menuntut prasyarat mutlak yaitu adanya nasabah peminjam yang amanah. Amanah secara umum berarti dapat dipercaya. Sehingga dengan adanya nasabah yang amanah penentuan bagi hasil untung maupun bagi hasil rugi dapat ditentukan dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya. Tanpa adanya nasabah yang amanah ini sistem ekonomi syariah adalah utopia semata dan hanya akan berhenti pada wacana teori di seminar-seminar saja.

Pengalaman di lapangan menunjukkan bahwa nasabah yang pernah menjadi debitur pada lembaga keuangan konvensional dan lembaga dengan sistem syariah akan merasakan bahwa lembaga ekonomi syariah terlampau lunak sehingga ada kecenderungan untuk dapat disepelekan saja. Lain ceritanya bila pada lembaga konvensional yang terkesan tega, kaku dan cenderung kejam. Oleh sebab itulah adanya nasabah yang amanah adalah syarat mutlak terciptanya sistem ekonomi islami.

Dalam agenda besar ekonomi syariah, kita dapat mengambil peran sesuai dengan kapasitas kita yaitu dimulai dengan meyakini akan ke sempurnaan ajaran Islam (As Syamil Al Islaam) kemudian mempelajari teori dan praktek ekonomi Islam serta menjaga apapun amanah yang ada pada kita. Insya Allah dengan demikian langkah kita yang kecil ini akan memberikan sumbangan bagi kebangkitan perekonomian ummat Islam.

Oleh : Muhammad Sulthon.

TARBIYAH BERSAMA MUHAMMADIYAH

“.....siapkan barisan...

wahai putra putri....!!

...... TK ‘Aisyiyah Bustanul Atfal........

Penggalan syair lagu, yang diajarkan saat duduk di bangku kindergartend tersebut masih terngiang. Sekilas terkesan sederhana, namun kalaulah bisa dimaknai dapat dijadikan visi yang dapat memberikan sejuta motivasi untuk mempersiapkan generasi masa depan. Selama kurun waktu hampir satu abad, Muhammadiyah telah ikut berperan mencerdaskan kehidupan bangsa. Khusus di lingkup Kecamatan Minggir telah berdiri sekolah dari tingkat Play Group, Kindergartend, SD, SMP, SMU/SMK, TPA maupun Asrama.

Pertimbangan amal usaha Muhammadiyah yang diwujudkan dengan mendirikan lembaga pendidikan pada masa lalu didasarkan atas pertimbangan begitu besar kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan atau lembaga sekolah, komitmen Muhammadiyah untuk mendirikan sekolah yang bernafaskan keagamaan sehingga bisa memberikan bimbingan dalam men-tarbiyah masyarakat sekaligus media kaderisasi Muhammadiyah, mendirikan lembaga pendidikan menjadi salah satu wasilah da’wah dan kaderisasi.

Perjalanan waktu telah menorehkan tabiat dan mencetak karakter yang spesifik, berjuta problematika senantiasa menghiasi perjalanan, banyak masyarakat dengan sukarela telah mengikhlaskan sebagian tanah pekarangan untuk diwakafkan guna mendirikan lembaga pendidikan, berdasarkan data dari KUA Kecamatan Minggir tercatat 29 lokasi tanah wakaf yang diamanahkan untuk gedung sekolah Muhammadiyah, meskipun secara administrasi pengelola tanah wakaf (nadzir) adalah Nadzir perseorangan. Sesungguhnya Muhammadiyah memiliki aset sumber daya yang cukup, khususnya aset sumber daya manusia dan aset tanah wakaf. Saat acara Sarasehan trah Muhammadiyah Minggir yang diadakan bulan Januari yang lalu, ada beberapa permasalahan dalam tubuh internal Muhammadiyah khususnya bidang pendidikan, salah satu lontaran guru-guru TK ‘Aisyiyah Bustanul Atfal yang notabene anggota ‘Aisyiyah ibunda kita, mengungkapkan fakta munculnya sekolah-sekolah baru yang menjadi kompetitor, ada beberapa sekolah Muhammadiyah yang sudah tidak beroperasi lagi karena kekurangan murid, kebijakan pemerintah, contohnya mengenai penghapusan Sekolah Pendidikan Guru (SPG) dan ada beberapa faktor lainnya. Sehingga ada beberapa gedung sekolah Muhammadiyah yang sekarang kosong yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Di sisi lain sebagian besar nadzir yang dulu mengelola sekolah Muhammadiyah telah meninggal sehingga secara administrasi harus ada penggantian nadzir baru, pengganti nadzir dapat perseorangan maupun Badan Hukum (NU, Muhammadiyah, LDII, Yayasan dll red) proses ini dilakukan agar terdapat kejelasan pengelola tanah wakaf.

Karakter masa seringkali berubah, karakter masa saat ini adalah “Padang Kurusetra”, kompetisi, masa hitam-putih, tuntutan marketable. Menjamurnya lembaga pendidikan swasta yang bernaung di bawah yayasan/ormas pada saat ini sebuah keniscayaan zaman, merupakan hak dan sebagai perwujudan ikut mencerdaskan kehidupan bangsa terlepas dari tujuan dan motivasi yang sesunggguhnya ingin dicapai. Sisi suram yang sangat menyedihkan adalah saat menjamurnya lembaga pendidikan dipandang sebagai dampak dari virus “industri pendidikan” lembaga pendidikan menjadi pabrik pendulang uang. Dampak positif yang terjadi secara alami di lapangan setiap lembaga pendidikan berusaha menawarkan dan menyiapkan diri sebagai lembaga pendidikan yang marketable. Lembaga-lembaga pendidikan yang bersama-sama memproklamirkan diri mewarisi risalah da’wah, alangkah indah, arif dan bijaksana bersama wata’awanungalal birri wattaqwa. Muhammadiyah masih memiliki aset yang cukup, baik SDM mapun aset tanah wakaf yang harus dijaga, ini merupakan modal yang potensial salah satunya untuk mengembangkan lembaga pendidikan, harus disadari Muhammadiyah mampu menawarkan lembaga pendidikan yang mencitrakan karakter yang Islami selama berani untuk fastabiqul khoirat, Sesungguhnya peradaban merupakan manifestasi dari iman dan taqwa.

Oleh: Barid Setiawan

Melebarkan Sayap

Bagi para pembaca yang ingin berpartisipasi dalam penerbitan Buletin Al-Fajr ini baik berupa iklan, donasi, artikel, saran dan kritik dapat menghubungi alamat redaksi.
Akhirul kalam, Selamat membaca !!!
(Atau E-mail ke: alfajr@telkom.net / mrperie@yahoo.com)