Media Komunikasi Informasi dan Dakwah --- Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Minggir -- Fastabiqul Khairat .

Label

Tampilkan postingan dengan label peristiwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label peristiwa. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 Oktober 2010

KOKAM DAN PCPM MINGGIR ADAKAN LONGMARCH

KOKAM bersama PCPM Kecamatan Minggir, Sleman belum lama ini mengadakan longmarch ke Goa Kiskendo, Kabupaten Kulon Progo. Kegiatan ini digelar sebagai pemanasan secara fisik bagi para anggota KOKAM yang akan diterjunkan berpartisipasi dalam menyukseskan Muktamar satu abad Muhammadiyah. Kegiatan diikuti sekitar 25 anggota KOKAM dengan menempuh jarak sekitar 32 km menyusuri pegunungan menoreh. Rombongan berangkat dari kantor Redaksi Buletin Al Fajr (buletin PCPM Minggir), Nanggulan Sendangagung Minggir, dilepas oleh sekretaris PCM Minggir, Wawan Sutrisno, S. Ag.

Sementara di tempat tujuan, kegiatan diisi dengan taushiyah oleh Ust. Wahyudi, S. Ag. S.IP. anggota senior KOKAM Daerah Sleman. Dalam kesempatan itu disampaikan tentang betapa beratnya peristiwa hijrah yang pernah dilakukan Rasulullah, berjalan ratusan kilometer melintasi gurun dan bukit berbatu. Jauh lebih berat daripada longmarch tersebut. Sehingga kader-kader KOKAM diharapkan tidak mudah menyerah dan harus betul-betul menjaga kebugaran fisik. Menurut rencana KOKAM Kecamatan Minggir siap mengirimkan sekitar 15 anggotanya dalam kegiatan muktamar mendatang dan telah didaftarkan ke PWPM DIY.

Rabu, 25 Februari 2009

BANI ISRAIL…. BUKAN (LAGI) PILIHAN TUHAN

( Tulisan bagian 2 dari seri kajian sejarah, “Melacak Jejak Yahudi Sampai di Balik Batu”, oleh Yusuf Nizar*)

Yerusalem.

Seumpama putri raja, ia sangat cantik dan anggun mulia sehingga memikat hati para Pangeran dan Ksatria yang ingin meminangnya. Sayangnya keelokan dan kemashurannya itu teramat sering mendatangkan persaingan dan konflik yang sangat keras dalam rangka merebut hatinya yang pada akhirnya harus dilalui dengan pertumpahan darah.

Dahulu Yerusalem telah menemukan kedamaian untuk beberapa lama dengan jodoh yang telah dipilihkan Tuhan baginya, itulah Bani Israil yang pada masa Daud dan Sulaiman telah menjunjung tinggi dan menegakkan ajaran Allah di muka bumi. Akan tetapi ketika bangsa ini akhirnya mengingkari nikmat Allah dengan berbagai penyelewengan dan kesombongan yang dilakukannya, Allah telah menceraikan Yerusalem dengan bangsa Israil. Bani Israil terusir keluar karena tak pandai menjaganya, dilaknat dan dikutuk karena kejahatannya. Tidak lagi Allah menjadikannya sebagai bangsa pilihan, dan rupa-rupanya Tuhan berkehendak memilih ummat lain sebagai ummat pilihannya. Perhatikan firman Allah dalam al Qur’an Surah Al Jumu’ah ayat 5 sampai 8 dibawah ini:

Perumpamaan orang-orang yang dipikulkan kepadanya Taurat, kemudian mereka tiada memikulnya] adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal. Amatlah buruknya perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah itu. Dan Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang zalim.

Katakanlah: "Hai orang-orang yang menganut agama Yahudi, jika kamu mendakwakan bahwa sesungguhnya kamu sajalah kekasih Allah bukan manusia-manusia yang lain, maka harapkanlah kematianmu, jika kamu adalah orang-orang yang benar."

Mereka tiada akan mengharapkan kematian itu selama-lamanya disebabkan kejahatan yang telah mereka perbuat dengan tangan mereka sendiri. Dan Allah Maha Mengetahui akan orang-orang yang zalim

Katakanlah: "Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan."

Jelas sekali pada ayat tersebut, betapa Allah amat murka dengan umat yang telah diberiNya pegangan hidup nan lurus ( Taurat ). Mengumpati mereka bagai keledai dungu, keledai yang memikul kitab, kemana-mana membawa kitab tapi ia tetap saja keledai bodoh. Kita tahu keledai suaranya keras lagi parau dan tidak enak didengar, persis karakter orang yang suka nyombong. Yahudi menyombong menganggap dirinya orang pilihan Tuhan (the Choosen People). Padahal ia telah mendapat murka dan laknat Tuhan, terjemah kasar dari ayat tersebut kira-kira begini : “Hai kamu Yahudi! Suaramu jelek, sombong, dasar Keledai dungu! apa kamu sangka kamu itu kekasihKu ? kamu harapkan saja kematianmu! Tunggu saja kehancuranmu! Tunggu saja mampusmu, Kamu itu sudah pasti bakal mampus!!!

Ternyata menurut informasi Al Qur’an, bukan hanya Bani Israil yang bisa menjadi ummat pilihan Tuhan! Ketika Bani Israil tak lagi sanggup memegang amanah kekhalifahan di bumi ini, dan membiarkan cahaya kebenaran makin meredup, suasana dunia menjadi semakin gelap maka berkehendaklah Tuhan memilih ummatnya yang lain. Dari semenanjung tanah Arab hadirlah umat pilihan itu, umat yang bangkit membawa sinar terang menembus kegelapan malam. Sinar itu adalah sinar Islam, dibangkitkan dan disebarkan oleh Rasulullah Muhammad SAW beserta para sahabat dan pengikutnya. (Kuntum khoiro ummatin, ukhrijat linnas ta’muruna bil ma’ruf wa tanhauna ‘anil munkar / Engkaulah umat yang terbaik, yang hadir bagi segenap bangsa manusia, yang menyerukan kebenaran dan menghapuskan kebobrokan)

Kehadiran Islam memberikan pencerahan dimana-mana, cahayanya menyebar ke berbagai penjuru dunia , dan tak terkecuali Yerusalem. Bumi yang juga mashur sebagai bumi para Nabi itu akhirnya juga bersinar-sinar kembali karena cahaya Islam yang meneranginya. Sejak masa Khalifah Umar Bin Khattab r.a , Yerusalem atau Palestina seolah mendapatkan jodohnya kembali. Bahkan dalam tarikh perjuangan Rasulullah SAW, Masjidil Aqsho di Yerusalem pernah menjadi qiblat arah hadap bagi ibadah umat Islam sebelum kemudian dialihkan menghadap ke arah Masjidil Haram ( Ka’bah) di Makkah. Masjidil Aqsho juga diriwayatkan sebagai salah satu tempat yang disinggahi Rasululloh SAW dalam perjalanan Isra’ Mi’rajnya. Itulah mengapa, Yerusalem juga begitu diagungkan oleh ummat Islam, bahkan menjadi kota suci ketiga bagi Ummat Islam.

Sejak Yerusalem dalam naungan penguasa Islam, terbitlah kedamaian di negeri para rasul Alloh itu. Dibawah pemerintahan Islam kota ini terjaga kesuciannya, karena para penguasa muslim juga memberikan toleransi yang sangat tinggi kepada pemeluk agama lain untuk mengunjungi kota itu. Jika umat Islam mengagungkan dan menziarahi Masjidil Aqsho, di kota Yerusalem Palestina terdapatlah gereja The Holy Spulchure yang diziarahi orang Kristen karena dianggap tempat kuburan Tuhan anak, dan terdapat pula The Wailling Wall atau Dinding Ratapan yakni sisa bangunan Haikal Sulaiman yang diziarahi umat Yahudi. Orang Kristen dan orang Yahudi yang juga menganggap kota itu sebagai kota sucinya diberi kebebasaan untuk ziarah atau beribadah di sana, bahkan banyak dari mereka yang kemudian tinggal menetap disana hidup bersama umat Islam yang telah mewarisi negeri itu sejak di serahkan dari penguasa Roma kepada Umar Bin Khattab r.a salah satu Khalifah Rasyidah umat Islam sepeninggal Rasulullah Muhammad SAW.

PERANG SALIB ; KEGAGALAN THE CRUSADERS MEREBUT HATI YERUSALEM.

Berlalulah masa demi masa, hingga datanglah episode sejarah kelam dengan munculnya nafsu dan keserakahan raja-raja kafir serta kedengkian pemimpin-pemimpin Kristen untuk mengusir umat Islam dari Yerusalem. Paus yang berpusat di kota Vatikan menyerukan “panggilan Suci” menghasut umat dan raja – raja Kristen untuk melakukan “perang suci” membebaskan Yerusalem dari penguasa Muslim. Raja-raja Kristen Eropa yang serakah pada dunia dan mencari popularitas sebagai ksatria mengorganisir tentaranya berangkat ke medan perang menuju Yerusalem. Pecahlah perang yang berlangsung sangat lama, yang dalam sejarah kemudian dikenal sebagai “Perang Salib”, perang yang menguras energi tetapi dengan hasil berupa kesia-siaan belaka bagi dunia Kristen. Perang ini berlangsung hampir satu abad yakni antara tahun 1099 hingga 1187.

Pada peperangan yang melelahkan ini, umat Islam dengan gigih mempertahankan kota Yerusalem. Tercatatlah dalam sejarah munculnya pahlawan-pahlawan pembela Islam seperti Sultan Nuruddin Zangi, panglima Imaduddin Zangi, panglima Asaduddin Syirkuh dan juga pahlawan legendaris Islam Sultan Salahuddin Yusuf Al Ayyubi ( orang barat menyebutnya Saladin). Di pihak Crusaders ( tentara salib / tentara Kristen ) yang merupakan tentara multi nasional muncullah tokoh tokoh seperti Reynold, Friedrich Barbarossa (Jerman), Philippe Auguste (Prancis) dan yang sangat terkenal adalah Richard the Lion Heart Raja Inggris ( Richard si Hati Singa)

Meskipun pasukan multinasional Kristen sempat menduduki Yerusalem, tapi pada akhirnya Yerusalem berhasil dibebaskan kembali oleh Salahuddin Al Ayyubi. Pemimpin Kristen mengakui ketangguhan pasukan Islam di berbagai medan pertempuran. Perang yang berlarut-larut ini akhirnya memunculkan kesadaran dan keinsyafan di kalangan pemimpin Kristen seperti Richard bahwa memang Islamlah yang layak dan pantas mengurus kota ini. Setelah hampir satu abad Kristen bertempur melawan Islam dan takjuga berhasil mengalahkannya, Yerusalem akhirnya diserahkan pada Salahuddin, pasukan Kristen kemudian mundur pulang ke Eropa dengan membawa buah tangan berupa pengaruh-pengaruh baik dan cinderamata keagungan peradaban muslim yang dapat mereka kembangkan di Eropa. Selanjutnya Yerusalem kembali dalam pangkuan Islam. Salahuddin memperlakukan penduduk Yerusalem dengan baik, ummat kristen juga tetap diberikan kebebasan beribadat di sana. Begitu pula terhadap umat Yahudi, mereka diizinkan untuk kembali berziarah atau beribadat di sana.

Pasca perang salib, Yerusalem tetap terpelihara dalam kekuasaan penguasa-penguasa Islam. Dari satu dinasti kesultanan Islam beralih ke kesultanan Islam lainnya. Dari kekuasaan Dinasti Mamaluk sampai akhirnya beralih dalam kekuasaan sultan-sultan Turki Ustmaniyah. Pada masa kekuasaan Turki Utsmaniyah ini jumlah populasi penduduk yang tinggal di Yerusalem terdiri dari sekitar 700.000 orang arab dan sekitar 300.000 orang Yahudi. Meskipun umat Yahudi lebih sedikit yang bermukim disana dibanding umat Islam / Arab, tetapi jumlah Yahudi yang tersebar / terdiaspora diberbagai penjuru dunia tentu saja jauh lebih banyak.Periode Kesultanan atau sering disebut juga kekhilafahan Turki Utsmani bertahan cukup lama, kekuasannya berakhir pada 1924. (Bersambung)

*Aktiv di Badko TKA TPA Kec. Minggir, Fungsionaris Partai Malem Selosoan

Minggu, 25 Januari 2009

MELACAK JEJAK YAHUDI SAMPAI DIBALIK BATU (Bagian Pertama)


Dua hari menjelang pergantian tahun 1429 menuju tahun baru 1430 Hijriah, Dunia dikejutkan dengan peristiwa pahit yang sangat memilukan umat Islam. Berbeda dengan tahun baru 2009 Miladiyah yang dirayakan di berbagai tempat dengan pesta kembang api, tahun baru Islam 1430 H kali ini diwarnai dengan hujan api dari tembakan-tembakan roket Israel ke Palestina. Api kehancuran yang dijatuhkan oleh Israel telah meluluh lantakkan kota Gaza di Palestina, tapi berapapun banyaknya bom yang dijatuhkan justra akan semakin menggelorakan semangat jihad saudara-saudara kita pejuang Muslim untuk mengalahkan bangsa Yahudi . Hingga tulisan ini disusun, sejak 27 Desember 2008 sampai Israel menarik mundur pasukannya pada 21 Januari 2009, agresi Israel telah menebar kerusakan yang tak terhingga di bumi Palestina. Demi suatu ambisi gila dalam rangka mewujudkan cita-cita Israel Raya menjadi bangsa paling kuat di Bumi mereka telah menewaskan 1400 nyawa warga Palestina, 5300 orang terluka, 4000 bangunan dihancurkan di Gaza, 20 ribu bangunan rusak berat, sementara itu 50 ribu orang kehilangan tempat tinggal dan 400 ribu diantaranya hidup tanpa air bersih. ( Data Republika 22 Januari 2009).

Bangsa Yahudi Israel merasa dirinya sebagai bangsa pilihan tuhan, yakni bangsa yang dipilih oleh Tuhan untuk menjadi tuan dari segala bangsa di dunia ini. Suatu faham yang lebih lebih ekstrim dalam kalangan umat Yahudi bahkan ada yang menganggap bangsa selain bangsa Israel adalah bukan manusia, sehingga siapapun di bumi ini harus tunduk takhluk di bawah kaki mereka. Maka cara menguasai dunia dengan menebar kerusakan dan menumpahkan darah adalah hal biasa bagi mereka

Cita-cita bangsa Israel hanya akan terwujud jika mereka berhasil mewujudkan kerajaan Israel Raya, kerajaan yang hendak mereka manifestasikan sebagai kerajaan Tuhan di bumi ini, Dan untuk itu mereka telah memilih Yerusalem yang berada di Palestina sebagai tempat dimana Kerajaan Tuhan yang mereka idam-idamkan itu akan berpusat di sana.. Yerusalem dipilih karena adanya ikatan sejarah dan ideologis yang sangat kuat pada bangsa Yahudi / Bani Israel dengan tempat itu.

Jika ditinjau dari sejarahnya, memang Yerusalem adalah tempat dimana nenek moyang mereka pernah memiliki kerajaan yang sangat besar dan kuat di masa Daud dan Sulaiman. Suatu zaman sebelum mereka terpecah belah dan kemudian terdiaspora, tercerai berai terbuang keberbagai penjuru dunia tak lagi memiliki tanah air akibat kesalahan dan dusta-dusta serta penyelewengan yang mereka lakukan sendiri terhadap ajaran Tuhan yang benar. Semula memang mereka adalah bangsa yang dipilih oleh Tuhan untuk mentegakkan kalimahNya di bumi ini. Namun penyelewengan dan pelanggaran-pelanggaran yang mereka lakukan, yakni terhadap ajaran para nabi Allah dari kakek moyang mereka Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya’kub, Yusuf hingga Musa dan Harun , juga terhadap ajaran yang mereka terima dari Daud, Sulaiman serta nabi-nabi lainnya termasuk Nabi Isa AS dan Muhammad SAW telah membuat murka Tuhan. Tuhan menghukumnya dengan hilangnya tanah air dan kerajaan besar yang pernah mereka miliki.. Penyelewengan mereka terhadap ajaran Tuhan telah menghasilkan suatu bentuk sistem keyakinan yang jauh dari ajaran Allah yang sebenarnya, yang kemudian kita kenal sebagai agama Yahudi (Judaisme) . Kelahiran agama baru Kristen yang juga tak lepas dari peranan orang Yahudi.

Sejarah Bangsa Israel, yang dalam Al Qur’an di sebut Bani Israil ( Anak-anak keturunan Israil) telah berlangsung sangat panjang. Uraian di bawah ini, meskipun hanya selintas perlu kita ketahui bagaimana asal muasal dan sejarah mereka dan mengapa mereka ingin kembali menduduki bumi Palestina yang sudah bukan lagi menjadi tanah airnya. Mengenal siapakah mereka yang begitu memusuhi ummat Islam perlu bagi ummat Islam, khususnya para pemuda aktivis pergerakan Islam. Mengenal siapakah musuh anda adalah salah satu strategi perang terbaik, demikian seperti dikatakan oleh Von Clausewitz sang ahli perang termashur.

Bani Israil adalah sebutan untuk putra-putra keturunan Israil. Israil adalah nama atau gelar dari Nabi Ya’kub, putra Nabi Ishaq, cucu Nabi Ibrahim yang diduga berasal dari wilayah Chaldea Babilonia. Nabi Ya’kub memiliki 12 orang putra yang kelak menjadi 12 suku bangsa Israil. Masa kehidupan mereka berlangsung di sekitar tahun 2000 SM, pada masa kerajaan-kerajaan kuno seperti Babilonia, dan Mesir masih eksis Salah satu putra Ya’kub, yakni Yusuf terbuang ke negeri Mesir akibat kedengkian saudara-saudaranya karena mereka melihat Yusuf memilki kecenderungan melanjutkan risalah kenabian sebagaimana ayah dan kakeknya. Sedangkan saudara-saudaranya yang lain mulai menampakkan kecenderungan menjauh dari ajaran orang tuanya. Namun justru di Mesir itulah Yusuf berhasil mencapai kesuksesan dakwahnya meskipun harus melalui berbagai cobaan yang sangat berat. Firaun yang berkuasa di Kerajaan Mesir saat itu akhirnya menjadikan Yusuf sebagai orang yang sangat berperan di kerajaan dan memberi otoritas penuh pada Yusuf untuk berbuat yang terbaik bagi kerajaan. Pada masa Yusuf berkuasa, Kerajaan Mesir dapat dientaskan dari krisis pangan yang mengglobal waktu itu. Kesusksesan ini mengantarkan Yusuf untuk bertemu dan bersatu kembali dengan orang tua dan saudara-saudaranya. Selanjutnya mereka diijinkan berpindah tinggal di mesir dan menjadi warga yang dihormati disana hingga beranak pinak dan jumlah mereka menjadi bertambah banyak.

Beberapa masa berlalu, kehidupan Bani Israil di Mesir sangatlah terjamin hingga datanglah masa dimana orang-orang pribumi Mesir merasa cemburu dengan keberadaan dan peranan Bani Israil di Mesir. Tekanan terhadap mereka mulai muncul dan semakin kuat dirasakan setelah munculnya fir’aun baru yang sudah lupa dengan jasa-jasa Nabi Yusuf. Penindasan mulai dilakukan terang-terangan, bahkan muncul kebijakan yang mengarah pada cleaning etnis, fir’aun membatasi angka kelahiran bani Israil dengan membunuh setiap bayi laki-laki yang lahir.

Penderitaan mereka berlangsung cukup lama hingga hadirnya Nabi Musa ( kira-kira 1350-1250 SM) dan Nabi Harun yang berhasil membebaskan mereka keluar dari cengkeraman fir’aun. Dengan perjuangan yang berat mereka akhirnya berhasil keluar dari negeri Mesir. Selamatnya bani Israil menyeberangi Laut Merah dan tenggelamnya Fir’aun serta bala tentaranya di laut menandai dimulainya babak baru perjalanan sejarah mereka. Musa membawa bangsa Israil menuju kesuatu tempat yang telah dijanjikan Tuhan pada mereka, yakni ke wilayah Kan’an (Palestina) tempat dimana kakek mereka Ibrahim pernah hijrah dan menetap di sana. Ketika itu kan’an dikuasai kerajaan lain, sehingga dibutuhkan tekad yang kuat dan mental yang tangguh untuk memilikinya. Selama perjalanan panjang menuju tanah yang dijanjikan itu banyak cobaan yang harus dilalui. Jika dikaji apa yang mereka lakukan selama perjalanan ini akan kita temui beberapa tabiat-tabiat negatif khas bani Israil yang sering merepotkan para nabi-nabi mereka. Penyelewengan ajaran tuhan mulai sering dilakukan ( contoh Peristiwa Samiri dan penyembahan anak lembu, pelanggaran hari sabtu dll), juga ketidak sabaran dan ketaksetiaan mereka untuk berjuang merebut tanah air menjadikan saat untuk memasuki negeri yang dijanjikan itu terasa lama, dan mereka hanya berputar-putar saja disekitar negeri impian itu..

Musa dan Harun tidak sampai membawa mereka masuk ke kan’an, namun batas-batas negeri yang dijanjikan telah dilihat oleh Musa. Pemimpin-pemimpin sepeninggal Musa dan Harun juga belum berhasil membawa mereka masuk ke negeri yang dijanjikan itu. Barulah setelah mereka mengangkat Thalut (Saul) sebagai raja mereka yang pertama, mereka berhasil dipimpin memasuki Kan’an. Raja Filistin yang berkuasa saat itu yakni Jalut (Goliath ) berhasil dikalahkan oleh Daud. Kerajaan baru bani Israil kemudian dibina di bawah kepemimpinan Thalut. Selanjutnya mereka mencapai puncak kejayaannya yang luar biasa saat Daud dan putranya Sulaiman naik tahta melanjutkan kepemimpinan dan mengajarkan risalah kenabian. Kerajaan Daud - Sulaiman adalah super power muslim yang sangat berkuasa dimasa lampau. Berbagai bangsa dan kerajaan segan dan takhluk di bawah pemerintahan mereka. Masa Sulaiman mencatat kemajuan peradaban yang luar biasa. Dimasa itulah dibangun tempat pusat ibadah yang terkenal sebagai Haikal Sulaiman atau temple of Solomon atau juga Baitul Maqdis di Yerusalem Palestina..


TERUSIR DARI NEGERI SENDIRI
Kerajaan bani Israil yang gilang gemilang dan mencapai masa keemasan di zaman Daud dan Sulaiman berlangsung beberapa lama sebelum akhirnya terpecah. Sepeninggal Sulaiman, kerajaan menjadi lemah dan akhirnya pecah menjadi dua kerajaan. Disebelah utara berdiri kerajaan Yudea ( didukung 2 suku ) dan di sebelah selatan menjadi Kerajaan Israilliya ( 10 suku ). Meskipun lebih kecil wilayahnya, tetapi Yudea menguasai wilayah dimana baitul Maqdis yang dibangun Sulaiman berada di sana. Pada tahun 721SM ketika kerajaan Assiria berperang melawan Mesir, Assiria melalui Palestina. Kerajaan Israilliya yang berpihak pada Mesir jatuh setelah orang-orang Assiria menangkapi dan menawan serta membawa pergi penduduknya ke negeri mereka. Sementara itu kerajaan Yudea lebih panjang usianya sebelum akhirnya pada abad VI SM di tahun 586 SM Nebukadnezar dari Babilonia menyerbu dan membakar serta ,menghancurkan Temple of Sulaiman. Penduduk Yudea juga di tawan dan diangkut ke Babilonia.

Pada tahun 539 SM kerajaan Persia mengalahkan kerajaan Babilonia. Raja Cyrus dari Persia mengijinkan orang-orang Israil kembali dan membangun kembali rumah sucinya di Yerusalem. Dipimpin oleh Zerubabil tempat ibadah yang dibangun Sulaiman didirikan kembali meskipun tak lagi seindah aslinya dahulu. Riwayat bangsa Israil rupa-rupanya harus jatuh dalam kekuasaan berbagai bangsa. Terjajah dari satu kerajaan beralih ke kerajaan lain. Sementara itu penyelewenngan mereka terhadap ajaran tuhan semakin lama semakin jauh, tak lagi mereka mengenal Allah sebagaimana di ajarkan oleh nabi nabi kakaek moyangnya. Banyak nabi yang mereka khianati bahkan dibunuh. Allah yang semula menjadi Tuhan mereka telah berganti menjadi Yehova, ( YHWH atau Yahweh). Yahweh sebenarnya adalah nama berhala dewa dari bukit Sinai, yang akhirnya begitu dikeramatkan dan menjadi tuhan yang dominan bagi orang Israil. Ajaran para nabi-nabi telah dicampur adukkan dengan berbagai pemikiran dan filsafat yang akhirnya menjadi sebuah sistem kepercayaan yang dikenal dengan Judaisme atau Agama Yahudi. Nama yang dinisbatkan dari salah satu suku terbesar dalam bangsa Israil yakni suku keturunan Yahuda salah satu putra nabi Ya’kub. Sebenarnya penyelewengan –penyelewengnan itulah yang menyebabkan tuhan murka dan menghukum mereka terjajah dari satu penguasa ke penguasa lainnya.

Setelah Persia dikuasai Alexander dari Macedonia, kekuasaan terhadap orang-orang Yahudi berpindah ke tangan penguasa Macedonia, lalu beralih dalam kekuasaan Mesir, berganti kemudian dikuasai Dinasti Seleucid, kekuasaan Yunani, dan akhirnya di jajah Romawi. Pada tahun 70 SM karena memberontak pada Romawi, Yerusalem dibakar habis oleh kaisar Titus, kuil sulaiman kembali dihancurkan, hingga tamatlah sudah riwayat negeri orang Yahudi. Tetapi pada tahun 20 SM untuk mengambil hati orang Yahudi, Raja Romawi Herodes memerintahkan membangun kembali/ memperbesar bait yang dibangun oleh Zerubabil. Selanjutnya di tahun 135 M karena memberontak lagi, Penguasa Roma Hadrian mengusir orang-orang Yahudi kedalam pembuangan ( Diaspora), Yerusalem kembali dibakar habis, sejak itu Yerusalem tinggal reruntuhannya saja. Salah satu sisi dari reruntuhan dinding kuil Sulaiman masih tersisa dan kini dinamakan Tembok Ratapan. Orang Yahudi tersebar diberbagai penjuru dunia tanpa memiliki tanah air lagi. Negeri Palestina dikuasai Romawi cukup lama sampai akhirnya Romawi takhluk pada kekuasaan Islam. Di masa Khalifah Umar bin Khattab r.a Palestina diserahkan kepada kekuasaan Islam, dan di atas puing-puing reruntuhan Haikal Sulaiman atau yang dikenal sebagai kawasan Al Aqsho dibangunlah masjid yang kita kenal sebagai Masjid Umar. Cahaya Islam telah menyinari Yerusalem dan mengagungkan kota itu sebagai kota suci yang dimuliakan. (bersambung)

Oleh: Yusuf Nizar *

*) Pengurus Badko TPA Cabang Minggir

(Buletin Al-Fajr, Edisi 10, Tahun II, Februari '09, Rabiul Awwal 1430 H)

YOGYA, THE CITY OF CITATION

Yogya, kota dengan seribu nama. Mungkin kalimat itulah yang pas untuk menjabarkan salah satu keunikan Yogyakarta. Salah satunya adalah Yogya sebagai kota pelajar.

Mengapa disebut “Kota Pelajar?”, barang kali itulah kata yang pertama kali timbul bagi seseorang yang mengetahui Yogyakarta sebagai kota pelajar. Pertanyaan tersebut penting untuk ditelaah. Mereka ingin mengetahui asal-usul Kota Yogyakarta sebagai Kota Pelajar. Memang, banyak yang menarik dari Kota Yogyakarta selain Kota Pelajar, seperti Kota Kebudayaan, Kota Gudeg, Kota Dagadu, Kota Sepeda, dan lain sebagainya. Dari sebutan-sebutan tadi, yang patut dan penting diperhatikan adalah Kota Yogyakarta sebagai kota Pelajar. Masihkah Yogyakarta sebagai kota pelajar?? Itulah pertanyaan yang harus di perhatikan lagi, karena Kota Yogyakarta saat ini apakah masih pantas mendapat sebutan Kota Pelajar. Kota Yogyakarta (kotamadya, nama lain: Jogja, Yogya, Yogyakarta, Jogjakarta) adalah sebuah kotaIndonesia. Kota ini pernah menjadi ibu kota Indonesia pada masa revolusi, yaitu tahun 1946 – 1949. Yogya adalah ibu kota Daerah Istimewa Yogyakarta, yang dipimpin oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X dan Pangeran Pakualam. Dulu Kota Yogyakarta merupakan tempat berdirinya organisasi-organisasi pendidikan seperti Taman Siswa, Muhammadiyah dan lainnya. besar di

Kemudian banyak bermunculan sekolah-sekolah lain yang digunakan untuk pusat pendidikan di Indonesia. Kota Yogyakarta dari dulu dikenal sebagai kota pelajar dan budaya, julukan tersebut tidak lepas dari banyaknya lembaga-lembaga pendidikan yang ada di Yogyakarta khususnya tingkat perguruan tinggi. Sehingga Yogya menjadi incaran utama bagi para calon siswa dan mahasiswa utuk melanjutkan jenjang pendidikannya di Yogya. Yogayakarta sebenarnya di kenal dengan Kota Pelajar karena dari dulu banyak pelajar yang menuntut ilmu ke Yogyakarta. Yogyakarta dipenuhi dengan para pelajar dari beragai kota di Indonesia. Mereka ingin menuntut ilmu di sana. Sejak dahulu, Yogyakarta sudah dikenal karena banyak terdapat sekolah-sekolah dan perguruan tinggi. Para pelajar tersebut sangat yakin bahwa mereka akan mendapatkan ilmu yang banyak di Yogyakarta. Dari dulu pusat pendidikan di Indonesia adalah Yogyakarta dengan banyak penduduk yangmerupakan pelajar.

Sebenarnya yang menjadi pusat perhatian para pelajar di kota-kota seluruh Indonesia untuk menuntut ilmu di Yogyakarta adalah di perguruan tingginya, namun perguruan tinggi tersebut tidaklah terdapat di wilayah Kota Yogyakarta. Perguruan tinggi tersebut banyak terdapat di pinggiran Kota Yogyakarta, seperti di daerah Kabupaten Sleman. Memang banyak perguruan tinggi yang terdapat di Daerah Istimewa Yogyakarta, namun yang terdapat di wilayah Kota Yogyakarta hanya beberapa saja. Perguruan tinggi yang menjadi incaran para pelajar seluruh Indonesia adalah perguruan tinggi seperti UGM( Universitas Gadjah Mada) dan UNY( Universitas Negeri Yogyakarta). Kedua perguruan tinggi tersebut memang terdapat di Kabupaten Sleman, namun dapat mempengaruhi sebutan Kota Pelajar untuk Kota Yogyakarta. Kota Yogyakarta terkenal dengan SMP dan SMAnya dan bukan dari perguruan tingginya. Kota Yogyakarta memang tidak memiliki banyak perguruan tinggi negeri maupun swasta, namun Kota Yogyakarta masih memiliki sekolah yang dari SD, SMP, dan SMA mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Sekolah-sekolah tersebut masih banyak menarik perhatian para pelajar di luar Yogyakarta untuk menuntut ilmu di sana. SMP dan SMA di Kota Yogyakarta memiliki kualitas yang sudah tidak diragukan lagi, dengan terubkti telah menghasilkan lulusan yang terbaik dan mampu melanjutkan ke tingkat pendidikan selanjutnya di sekolah yang favorit dan penuh saingan. Sekolah-sekolah tersebut yang membuktikan bagi masyarakat bahwa Kota Yogyakarta bisa dikatakan sebagai Kota Pelajar. Dari beberapa alasan di atas, sebutan Kota Pelajar untuk Kota Yogyakarta diberikan. Dengan adanya pandangan masyarakat dengan kinerja sekolah-sekolah di Kota Yogyakarta untuk mendidik siswanya dengan baik. Memang sebutan Kota Pelajar untuk Kota Yogyakarta bukan karena terdapat banyak sekolahan saja, melainkan para pelajarnya yang pandai-pandai. Para pelajar dari Kota Yogyakarta banyak yang sudah terubkti masa depannya menjadi orang sukses, yang merupakan hasil didikan dari sekolah-sekolah di Kota Yogyakarta. Walaupun sekolah-sekolah di Kota Yogyakarta telah unggul dari segi kualitas dan fasilitas, usaha dan kerja keras para pelajarnyalah yang mampu membawa harum nama baik Kota Yogyakarta. Banyak pendapat yang mengungkapkan tentang sebutan Kota Pelajar untuk Kota Yogyakarta yang dilihat dari beberapa factor yang mengakibatkannya menjadi Kota Pelajar.

Ada yang berpendapat bahwa Kota Yogyakarta layak mendapat julukan Kota Pelajar karena dari banyak sekolah di Kota Yogyakarta yang mempunyai kualitas baik dan memenuhi segala fasilitas untuk belajar mengajarnya, sekolah tersebut adalah SD, SMP, dan SMA negeri maupun swasta yang ada di Kota Yogyakarta. Sekolah-sekolah di Kota Yogyakarta banyak menjadi incaran pelajar dari luar Kota Yogyakarta maupun luar Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Sekolah-sekolah tersebut menjadi incaran karena sekolah-sekolah tersebut sudah ada yang bertaraf nasional maupun internasional. Selain itu sekolah-sekolah di Kota Yogyakarta banyak yang menyediakan program pembelajaran yang khusus selain program regular. Program-program tersebut seperti program kelas akselerasi, kelas RSBI(Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional), dan kelas ITC yang merupakan kelas modern yang menggunakan laptop sebagai alat untuk belajar mengajar. Mulai tahun ajaran baru sekarang, Kota Yogyakarta menerapkan Kuota masuk SMP dan SMA di Kota Yogyakarta. Kuota tersebut adalah 70% untuk penduduk dalam Kota Yogyakarta, 25% untuk penduduk luar Kota Yogyakarta seperti Kabupaten Sleman, Bantul, Kulon Progo, dan Gunung Kidul, dan 5%lagi untuk penduduk luar Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Karena ada pembedaan Kuota yang lebih memihak dan mempermudahkan penduduk di Kota Yogyakarta, mungkin dapat merusak citra Kota Pelajar untuk Kota Yogyakarta. Kuota tersebut dapat merusak karena kualitas pelajar yang masuk ke SMP dan SMA faforit di Kota Yogyakarta menurun drastis.

Siswa dalam Kota Yogyakarta yang mendapatkan nilai ujian nasional sangat rendah saja sudah bisa masuk ke SMP dan SMA negeri di Kota Yogyakarta. Bahkan, dengan berlakunya RTO (Real Time Online) sebagai system seleksi penerimaan siswa baru di Kota Yogyakarta sangat mempengaruhi terhadap sekolah-sekolah swasta yang tidak dapat memenuhi daya tampung siswa barunya. Sekolah-sekolah swasta tersebut hanya bisa mendapatkan siswa beberapa persen saja dari jumlah kursi untuk siswa baru yang ada. Hal ini dapat merusak citra Kota Pelajar untuk Kota Yogyakarta. Apabila system kuota untuk masuk SMP maupun SMA di Kota Yogyakarta masih diberlakukan, mungkin sebutan Kota Pelajar untuk Kota Yogyakatrta akan berpindah ke kota lain, seperti Malang dan Magelang yang saat ini pendidikannya maju pesat dan mampu menarik perhatian pelajar-pelajar dari luar kota maupun provinsi untuk menuntut ilmu di sana. Selain dipengaruhi oleh sekolah-sekolah di dalam Wilayah Kota Yogyakarta tersebut, dapat dipengaruhi oleh adanya sekolah-sekolah dan perguruan tinggi negeri maupun swasta di pinggiran Kota Yogyakarta. Seperti UGM, UNY, dan UII merupakan perguruan tinggi yang bukan di dalam wilayah Kota Yogyakarta, namun perguruan tinggi tersebut berpengaruh terhadap sebutan Kota Pelajar bagi kota Yogyakarta.

Kesimpulannya, menurut saya Kota Yogyakarta saat ini sudah tidak bisa mendapatkan sebutan Kota Pelajar lagi, karena tingkat pendidikan sekolah-sekolah di Kota Yogyakarta sudah menurun. Selain itu dari dulu yang seharusnya mendapat julukan Kota Pelajar bukan hanya Kota Yogyakarta saja, tetapi seharusnya seluruh Daerah Istimewa Yogyakarta.

Oleh Andika Ilham Rahmatullah

Potret Kegigihan Ulama Zaman Dahulu dalam Menuntut Ilmu

Para Imam penyusun Kitab Hadits memiliki beberapa kelebihan berupa kekuatan niat, keikhlasan, kesungguhan dan kerja keras dalam mengabdikan diri kepada Allah swt. sebagai pelayan ummat. Sikap hidup demikian merupakan teladan sisi ketakwaan berupa pengorbanan sepanjang usia hayat, pencurahan kepandaian, ketekunan dan ketelitian yang tidak mengenal ujung batas sejauh Allah swt. masih mencurahkan rahmat kesehatan jasmani dan pemahaman nilai ukhrawi. Betapa besar manfaat yang dianugerahkan kepada ummat Islam atas kehadiran mereka yang memperkuat cahaya Sunnah Rasulullah saw., yang mempermudah dan menyeragamkan ibadah, yang mengajarkan hikmah kebenaran, yang menghilangkan keraguan penerapan nilai-nilai agama sebagai jalan hidup menuju ridha dan maghfirahNya.

Kumpulan kitab hadits mereka dikenal sebagai Al-Kutub As-Sittah (Kitab yang Enam) terdiri dari Sahih Bukhari, Sahih Muslim, Sunan Abu Dawud, Sunan At-Tirmizi, Sunan An-Nasa’i, Sunan Ibnu Majah, disamping Muwaththa’ Imam Malik.

Imam Bukhari banyak melawat ke tempat-tempat yang jauh untuk mengumpulkan dan mempelajari hadits Rasulullah saw. dan mengetahui latar belakang orang-orang yang meriwayatknnya. Daerah-daerah yang dikunjunginya adalah Syam (Suriah), Mesir dan Aljazair masing-masing dua kali, ke Basra empat kali, menetap di Makkah dan Madinah selama enam tahun, berulang kali ke Kufah dan Baghdad. Dari hasil kunjungannya tersebut Imam Bukhari berhasil mengumpulkan 600.000 hadits, dimana sebanyak 300.000 hadits berhasil dihafalnya di luar kepala, yang terdiri dari hadits shahih dan tidak shahih.

Sementera Imam Muslim yang memiliki kepribadian yang patut diteladani yakni wara’ (menjauhi hal-hal yang syubhat atau meragukan), zuhud (tidak berorientasi pada kemegahan duniawi dan kekayaan bendawi), tawadhu’ dan ikhlas, yang didukung oleh kecerdasan luar biasa, ketekunan dan kemauan belajar yang kuat.

Sebagaimana yang dilakukan Imam Bukhari, beliau juga menulis banyak kitab yang dijadikan sumber atau referensi penulis-penulis sesudahnya, dan yang paling terkenal adalah Kitab al Jami’ as Shahih Muslim yang lebih dikenal sebagai Shahih Muslim, yang menurut salah seorang Guru Besar Universitas Damsyik didalamnya termuat 3030 hadits tanpa pengulangan atau 10.000 hadits dengan pengulangan. Hadits sebanyak ini sudah merupakan saringan dari 300.000 hadits yang diperolehnya selama masa pengumpulan, dan untuk menyeleksinya Imam Muslim menghabiskan waktu selama lima belas tahun.

Seorang Pemuda di Waktu Shubuh

“Biasane rung tangi to?" tanya seorang bapak kepada seorang pemuda ketika mereka bersama-sama meninggalkan masjid selepas shalat subuh.

"Iki mau mergo ndelok bal-balan."
jawab sang pemuda.

Begitulah kurang lebih percakapan singkat seusai shalat subuh berjamaah di sebuah kampung. Pemuda tadi belum serajin bapak yang bertanya dalam menghadiri shalat shubuh berjamaah. Wajar bila muncul pertanyaan seperti itu, karena biasanya pemuda itu tidak mengisi shaf shalat shubuh. Pemuda itu dikenal suka nonton sepakbola. Mungkin dini hari itu ada pertandingan sepakbola di televisi sehingga pemuda itu menontonnya hingga waktu shubuh tiba.

Hidup merupakan perjalanan yang di dalamnya terdapat bermacam-macam peristiwa. Setiap peristiwa bisa dijadikan guru, dijadikan pelajaran. Hal itu karena dalam setiap peristiwa terkandung ilmu yang bermanfaat bagi pelakunya maupun bagi kita yang mengetahui peristiwa tersebut. Tak terkecuali potongan percakapan antara bapak dan seorang pemuda yang di muka.

Pertanyaan bapak kepada pemuda tadi memang lugas, sedikit menyindir, mungkin dengan sedikit bercanda, bahkan mungkin bercanda sambil menyindir. Tetapi karena hubungan (ukhuwah) keduanya yang dekat, saling menyayangi, maka pertanyaan tadi tidak menimbulkan kebencian dalam diri pemuda tersebut.

Bayangkan jika bapak dan pemuda tadi bermusuhan, ucapan "Biasane rung tangi to?" bisa jadi dianggap sebagai sindiran pedas. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kepada kita untuk berbicara yang sopan dan tidak menyakitkan hati sekaligus saling menyayangi. Dalam kitab Riyadhush Shalihin terdapat hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, yaitu: Jarir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu berkata: Bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: "Siapa yang tidak kasih kepada sesama manusia, tidak dikasihi Allah."

Peristiwa ini mengajarkan kepada kita bahwa kita harus saling menyayangi. Saran, kritik, canda, dan tawa sedapat mungkin tidak membuat sakit hati orang lain.

Jika mengulas inti dari percakapan tersebut, pertanyaan bapak kepada pemuda tadi juga merupakan perhatian kepada seseorang. Peristiwa tersebut mengingatkan tentang perhatian yang diberikan oleh Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu kepada Sulaiman bin Hatsmah radhiyallahu ‘anhu. Kejadiannya juga seputar shalat shubuh. Bedanya ialah waktu itu pokok pertanyaan yang diajukan Umar radhiyallahu ‘anhu (kepada ibunda Sulaiman) bukan karena yang ditanyakan ikut shalat di masjid, tetapi karena Sulaiman radhiyallahu ‘anhu tidak hadir pada jamaah shalat shubuh. Itulah contoh sebuah ukhuwah yang berasal dari Umar radhiyallahu ‘anhu. Seorang khalifah di masanya yang pernah mengalami kehidupan bersama generasi terbaik di muka bumi, yaitu generasi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Selain itu, ada harapan pemuda tersebut tersentuh hatinya sehingga ia menjadi seorang yang lebih rajin shalat ke masjid. Semoga.

Di sisi lain, pemuda tadi ke masjid karena sebelumnya menonton sepakbola di televisi. Bagi pemuda tersebut, mungkin pergi ke masjid ketika sebelumnya tidak tidur lebih ringan daripada pergi ke masjid setelah memutus tidurnya. Sesuatu yang berat jika dimulai dengan yang ringan insyaAllah pada akhirnya akan mampu mengerjakan yang tadinya terasa berat. Yang penting ada usaha untuk semakin baik dalam mengerjakan suatu hal tersebut. Begitu pula dengan isi dari buletin ini, belumlah seberapa jika dibandingkan isi/ilmu agama Islam. Tetapi sedikit demi sedikit, mari kita berusaha menambah ilmu kita.

Semoga kita, pemuda itu, bapak itu, dan saudara-saudara kita termasuk orang yang dibuka hatinya oleh Allah Ta’ala agar mudah dalam menerima dan melaksanakan petunjuk Allah Ta’ala.

“Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka,
kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan,
mereka tidak juga akan beriman.
Allah telah mengunci-mati hati
dan pendengaran mereka dan penglihatan mereka ditutup.
Dan bagi mereka siksa yang amat berat.” (QS. Al Baqarah 6-7)


Oleh: Farhan Hasbu, ST.

Melebarkan Sayap

Bagi para pembaca yang ingin berpartisipasi dalam penerbitan Buletin Al-Fajr ini baik berupa iklan, donasi, artikel, saran dan kritik dapat menghubungi alamat redaksi.
Akhirul kalam, Selamat membaca !!!
(Atau E-mail ke: alfajr@telkom.net / mrperie@yahoo.com)